Selasa 03 Januari 2023, 15:28 WIB

MA Bebenah Pascapenahanan 2 Hakim Agung terkait Korupsi

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
MA Bebenah Pascapenahanan 2 Hakim Agung terkait Korupsi

Dok Medcom.id
Gedung Mahkamah Agung.

 

MAHKAMAH Agung (MA) melakukan pembenahan setelah ditetapkanya dua hakim agung sebagai tersangka kasus dugaan suap pengaturan perkara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua MA Muhammad Syarifuddin mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah cepat pascapenersangkaan tersebut.

"Memberhentikan sementara hakim agung dan aparatur MA yang diduga terlibat tindak pidana sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," kata Syarifuddin dalam acara Refleksi Kinerja MA RI Tahun 2022 secara daring, Selasa (3/1).

Baca juga: Pemerintah Minta Penyelenggara Pemilu Berhati-Hati

Selain itu, pihaknya juga melakukan rotasi dan mutasi aparatur di lingkungan MA, khususnya yang terkait dengan bidang penanganan perkara. Sejauh ini, sudah ada 17 personel yang dirotasi dan dimutasikan. Menurut Ketua MA, kebijakan tersebut akan terus dilakukan dilakukan guna memutus mata rantai yang terindikasi sebagai jalur para oknum memperjualbelikan perkara.

Dua hakim agung yang dimaksud adalah Sudrajat Dimyati dan Gazalba Saleh. Sedangkan aparatur MA lainnya yang terjerat kasus tersebut yaitu hakim yustisial Elly Tri Pangestu dan Prasetio Nugroho, dua PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, staf Gazalba bernama Redhy Novarisza, serta dua PNS MA, yaitu Nurmanto Akmal dan Albasri.

Lebih lanjut, Syarifuddin menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan panitera, panitera muda, dan panitera pengganti di lingkungan MA juga diperkuat dengan Surat Keputusan Ketua MA Nomor 349/KMA/SK/XII/2022. SK tersebut mengatur proses seleksi dengan melibatkan rekam jejak integritas dari Ketua Pengadilan Tingkat Pertama dan Tingkat Banding calon sebelumnya bertugas. 

Di sisi lain, diperlukan pula rekomendasi dari Badan Pengawasan MA, Komisi Yudisial, KPK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk analisis LHKPN. Proses asesmen juga akan dilakukan dengan mekeksaminasi putusan yang pernah diajukan oleh para calon saat mendaftarkan diri.

Syarifuddin turut mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa setiap atasan langsung dari aparatur MA yang terlibat kasus korupsi di KPK. Ia mengakui telah dijatuhi hukuman disiplin kepada atasan yang tidak terbukti melakukan pembinaan dan pengawasan dengan benar kepada bawahannya.

"Bahkan ada yang dibebastugaskan dari jabatannya," ungkapnya.

Langkah lain yang dilakukan MA, sambungnya, adalah membuat kanal pengaduan khusus bertajuk Bawas Care melalui saluran WhatsApp di nomor 0821-2424-9090. Menurutnya, nomor itu terhubung langsung kepada Ketua Kamar Pengawasan MA. Ia meminta masyarakat menghubungi nomor tersebut jika terdapat dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan MA. (OL-6)

Baca Juga

Instagram

Bubarkan GP Mania, Immanuel Ebenezer: Ganjar Miskin Gagasan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:43 WIB
Kedua, belum jelasnya nasib Ganjar pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebab, PDI Perjuangan belum menentukan sikap terkait...
Antara

Erick Thohir: Pers Bagian dari Kehidupan Saya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:33 WIB
Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2023, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai pers bagian penting dari hidupnya...
Dok. Agus Suparto

Presiden Sebut Dunia Pers Sedang Tidak Baik-baik Saja

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:30 WIB
PRESIDEN menyebut dunia pers saat ini sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja karena semakin banyaknya media informasi digital yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya