Rabu 30 November 2022, 18:57 WIB

Dua Hakim Agung Jadi Tersangka, KY Bisa Gelar Sidang Etik Lebih Awal

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Dua Hakim Agung Jadi Tersangka, KY Bisa Gelar Sidang Etik Lebih Awal

Antara
Tersangka Hakim Agung Sudrajad Dimyati tiba untuk menjalani pemeriksaan di KPK.

 

KOMISI Yudisial (KY) bisa menggelar sidang etik terhadap dua Hakim Agung yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum perkaranya bergulir ke pengadilan. 

Adapun dua Hakim Agung yang dimaksud adalah Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh. "Bisa, sepanjang bukti dan informasi sudah mencukupi untuk menggelar sidang etik," kata Juru Bicara KY Miko Ginting saat dihubungi, Rabu (30/11).

Kendati demikian, Miko menggarisbawahi perlunya koordinasi erat dengan KPK selaku penyidik. Menurutnya, koordinasi antara KY dan KPK dibutuhkan agar proses etik tidak mengganggu jalannya proses hukum di lembaga antirasuah.

Baca juga: Pengusutan Korupsi Hakim MA Sarat Kepentingan Antarlembaga

"KY menghormati bahwa kasus ini kan masih dalam proses penegakan hukum oleh KPK," imbuhnya.

Peneliti Pusat Studi Anti Korupsi (Saksi) Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah menilai ada tarik menarik kepentingan antara Mahkamah Agung (MA), KPK dan KY, yang membuat proses etik Sudrajad maupun Gazalba berjalan lambat.

"Ada semacam kehati-hatian dalam semua proses yang dilakukan. Parahnya, kasus dua hakim MA ini tentu memiliki relasi dengan kasus yang ditangani, khususnya yang terkait elite politik tertentu," pungkas Herdiansyah.

Baca juga: MK Kabulkan Gugatan UU Pemilu, Eks Napi Boleh Nyaleg Setelah 5 Tahun

Dirinya menilai KPK dan KY terlalu hati-hati melangkah. Padahal, semakin lambat ditangani, upaya pembenahan MA dari praktik rasuah juga semakin dipertaruhkan. Pemeriksaan terkait kode etik dan pedoman perilaku hakim (KEPPH) oleh KY juga tidak harus menunggu proses hukum di KPK tuntas.

Justru, hasil pemeriksaan etik para Hakim Agung itu idealnya sudah selesai, sebelum perkara masuk ke pengadilan, atau bahkan lebih awal. "Tapi sangat disayangkan, justru prosesnya berjalan lamban. Padahal proses tersebut adalah pintu masuk pembenahan MA," sambungnya.(OL-11)
 

Baca Juga

Dok MI

Presiden Minta TNI-Polri Tindak Aksi Tambang Ilegal

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 08 Februari 2023, 11:38 WIB
Presiden Joko Widodo memerintahkan TNI dan Polri menindak tegas para pelaku penambangan ilegal di Tanah...
MI/HO

SAS Institute Refleksikan Tantangan NU di Abad Kedua

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 11:05 WIB
Berpijak pada masa lalu dan realitas saat ini, sambung Sa'dullah, banyak hal yang harus dilakukan oleh NU dalam menyongsong abad...
Ist/DPR

DPR Tekankan Kualitas Produk UU Lebih Penting dari Kuantitasnya

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 09:41 WIB
Anggota Badan Legislasi DPR RI Firman Soebagyo mengatakan dalam penyusunan RUU, DPR ingin memastikan kualitas produk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya