Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KUASA hukum Bripka Ricky Rizal (RR), Erman Ummar, menyebut kliennya tidak melihat Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Saat penembakan, istri Irjen Ferdy Sambo itu berada di dalam kamar.
"Tidak ada (melihat Putri menembak), karena kejadian itu dia bilang setelah dia balik arah, pas Pak Sambo nembak-nembak berapa lama kan Sambo membuka pintu kamar dan posisi ibu di kamar terus nangis," kata Erman saat dikonfirmasi, Jumat (16/9).
Erman menuturkan, kliennya saat masuk rumah langsung melihat Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE) atau E menembak Brigadir J. Dia ketinggalan sesi awal karena tengah membuka sepatu.
Baca juga: Kejagung Teliti Kembali Berkas Perkara Ferdy Sambo
"Sudah terjadi (perintah). Dia (RR) tidak begitu ingatlah, yang jelas dia syok membayangkan apakah ini perintah dinas, atau apalah pikiran dia," ucap Erman.
Kemudian, Bripka Ricky menerima panggilan HT dari ajudan yang di luar dengan membalikkan badan dekat pintu. Maka itu, dia tidak melihat Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J.
"Akhirnya, dia balik lagi ke tempat kejadian. Pada saat itu dia melihat FS menembak-nembak dinding, kayak TV dan tangga. Menurut dia, dia tidak melihat Pak FS menembak (J)," tutur Erman.
Ferdy Sambo ikut menembak almarhum Brigadir J berdasarkan keterangan Bharada E. Bharada E menyaksikan utuh peristiwa tersebut. Maka itu, ada sedikit perbedaan antara keterangan Bharada E dan Bripka Ricky.
Setelah peristiwa penembakan, Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo membawa Putri keluar kamar. Lalu, Ferdy memanggil Bripka Ricky untuk mengantarkan Putri dari rumah dinas Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan ke rumah pribadi di Komplek Pertambangan, Jalan Saguling III, Duren Tiga Barat, Jakarta Selatan.
Menurut Erman, tidak ada percakapan antara Putri dan kliennya di dalam mobil perjalanan ke Saguling. Sebab, kata dia, Bripka Ricky tidak berani bertanya.
"Orang nangis, apalagi disebut pelecehan enggak adalah enggak berani ngobrol (nanya)," ungkap Erman.
Polri menetapkan lima tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Mereka ialah Irjen Ferdy Sambo; istri Sambo, Putri Candrawathi; Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu; Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf (asisten rumah tangga sekaligus sopir Putri).
Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. (OL-1)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Pengacara Alvin Lim meninggal dunia saat mendapat perawatan di RS Mayapada, Tangerang, Banten, Minggu (5/1). Sempat menyampaikan Ferdy Sambo tidak ditahan di Lapas Salemba
Hakim Agung ini dinilai memiliki catatan buruk karena sempat menganulir vonis terpidana pembunuhan berencana eks Kadiv Propam Ferdy Sambo dari hukuman mati menjadi seumur hidup.
ORANG tua mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua atau Brigardir J mengajukan gugatan perdata senilai Rp7,5 miliar terkait perbuatan melawan hukum.
Orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarata, yang dikenal sebagai Brigadir J, yakni Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, mengajukan gugatan terhadap Ferdy Sambo
Menkumham membantah pernyataan pernyataan pengacara Alvin Lim yang menyebut Ferdy Sambo tidak pernah tidur di Lapas Salemba.
ADVOKAT Alvin Lim tidak gentar atas ultimatum pengacara bekas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Arman Hanis. Arman bakal memproses hukum bagi pihak yang menyebarkan kebohongan soal kliennya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved