Minggu 14 Agustus 2022, 21:42 WIB

Pelanggaran Kode Etik Berat, Ferdy Sambo Berpotensi Dipecat 

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Pelanggaran Kode Etik Berat, Ferdy Sambo Berpotensi Dipecat 

MI/Adam Dwi
Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

 

INDONESIA Police Watch (IPW) menyampaikan bahwa eks Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo bisa dijatuhkan sanksi etik berat. Bahkan, dia bisa dipecat dari satuan, jika terbukti melanggar kode etik berat tersebut.

"Saat ini pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik berat, yaitu merusak TKP dan menghilangkan barang bukti, pistol, hingga proyektil. Untuk pelanggaran kode etik, FS dapat dipecat," ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Minggu (14/8).

Adapun dugaan pelanggaran etik yang dilakukan FS termasuk berat. Bahkan, sidang etik Sambo bisa mengarah pidana, jika terbukti menghilangkan bukti atau merusak TKP dalam kasus penembakan Brigadir J.

Baca juga: Kuasa Hukum Baru Klaim Bharada E tidak Nyaman dengan Deolipa

"Dalam pelanggaran kode etik tersebut, juga termasuk perbuatan pidana," imbuh Sugeng.

Selain pemecatan, tindakan FS disangkakan pasal 221 KUHP jo pasal 233 KUHP dengan ancaman 4 tahun, karena termasuk menghalangi proses penyidikan. FS juga dapat dikenakan pasal 362 KUHP juncto Pasal 56, dengan ancaman 5 tahun penjara.

Ferdy Sambo bisa ditahan untuk kepentingan menunggu pemeriksaan perkara pokok kematian Brigadir J, yang diusut dengan pasal pasal 338 KUHP juncto 55 dan 56 KUHP.

Baca juga: Pakar: Istri Ferdy Sambo Bisa Jadi Tersangka

Sugeng tegas menyebutkan bahwa FS bersama 31 oknum polisi dalam kasus kematian Brigadir J adalah mafia yang biasa melakukan tindakan pelanggaran. Bahkan, berani menabrak ketentuan hukum hingga kode etik kepolisian.

"Mereka berusaha menutupi satu peristiwa pidana pembunuhan. Sementara, mereka sadar tindak pidana harus diungkap, karena melekat pada tanggung jawab untuk mengungkap dalam penyelidikan, serta penyidikan," jelasnya.

Namun justru sebaliknya, mereka dengan sengaja melakukan obstruction of justice. Bahkan, kerja yang dilakukan mafia FS secara sistematis. Sehingga, banyak pihak yang mencoba memengaruhi kinerja IPW.(OL-11)

Baca Juga

ilustrasi

Yuk, Cek Hak dan Kewajiban Warga Negara di Pasal 27 UUD 1945

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:49 WIB
UUD 1945 Pasal 27 Ayat 1, 2, dan 3 berisi tentang hak dan kewajiban dasar yang dimiliki dan harus dilaksanakan setiap masyarakat Indonesia...
Antara

Kejaksaan Terima Enam Boks Barang Bukti Kasus Pembunuhan Brigadir J

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:46 WIB
Barang bukti tersebut sudah diverifikasi pada Selasa (4/10) ini di Kejari Jakarta Selatan. Proses pengecekan untuk mempermudah tim JPU saat...
dok.PPP

Plt Ketum PPP Konsolidasi di Palu Satukan Langkah di Pemilu 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:40 WIB
Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono terus melakukan konsolidasi ke 34 provinsi di Indonesia, salah satunya di Palu,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya