Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

KAI Commuter Sebut tak Ada Pemecatan Petugas dalam Kasus Barang Tertinggal

Mohamad Farhan Zhuhri
27/11/2025 11:47
KAI Commuter Sebut tak Ada Pemecatan Petugas dalam Kasus Barang Tertinggal
Ilustrasi Commuter line(Antara)

KAI Commuter menegaskan tidak ada pemberhentian petugas frontliner sebagaimana isu yang beredar di media sosial terkait video viral barang tertinggal pengguna commuter line pada Senin (17/11). VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan setiap informasi yang beredar di ruang publik harus diverifikasi terlebih dahulu.

"Kami perlu melakukan penelusuran lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya. KAI Commuter sendiri tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar, karena memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan,” ujar Karina melalui keterangannya dikutip Kamis (27/11).

Ia menegaskan, proses awal yang ditempuh adalah melakukan koordinasi dengan pihak mitra pengelola petugas layanan. "Sebagai tahap awal, tentunya kami melakukan koordinasi kepada pihak mitra pengelola petugas frontliner,” ucapnya.

Menurutnya, seluruh petugas di lapangan telah dibekali SOP yang wajib dijalankan agar mutu pelayanan tetap terjaga. Karina mengklarifikasi bahwa tidak ada tindakan pemutusan hubungan kerja terhadap petugas yang disebut-sebut terlibat dalam video viral tersebut. 

"Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” jelasnya.

Menurut Karina, perusahaan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar situasi serupa tidak terulang. Ia juga mengingatkan bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam commuter line merupakan tanggung jawab penuh pengguna. Karena itu, masyarakat diimbau lebih cermat menjaga barang bawaannya selama berada di dalam rangkaian maupun stasiun.

Pihaknya telah menyediakan layanan lost and found di setiap stasiun. Barang yang ditemukan petugas akan didata dan disimpan. Bila tidak diambil dalam tenggat tertentu, barang akan dipindahkan ke gudang pusat untuk proses penyimpanan lanjut sesuai prosedur.

“Pengambilan barang tertinggal dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun pada prinsipnya, kami tetap mengajak seluruh pengguna commuter line untuk memastikan barang bawaannya aman dan tidak tertinggal. Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” tutup Karina.

Sebelumnya, ramai beredar unggahan di sosial media tentang tas tempat menyimpan asi (cooler bag) yang tertinggal di kereta. Sang pemilik tas kemudian membuat unggahan dan menceritakan bahwa ada barangnya yang hilang dari dalam tas yakni tumbler (botol minum). Namun kemudian unggahan tersebut semakin ramai, karena petugas yang menerima barang tertinggal itu disebut-sebut diberhentikan dari pekerjaan sebagai Passenger Service di salah satu stasiun commuter.(M-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya