Headline

Pemerintah merevisi berbagai aturan untuk mempermudah investasi.

Fokus

Hingga April 2024, total kewajiban pemerintah tercatat mencapai Rp10.269 triliun.

SMRC: Mayoritas Pemilih NasDem Lebih Menyukai Ganjar daripada Anies

Putra Ananda
18/6/2022 16:40
SMRC: Mayoritas Pemilih NasDem Lebih Menyukai Ganjar daripada Anies
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh membacakan hasil Rakernas saat penutupan Rakeras Partai NasDem Jakarta.(MI / ADAM DWI)

PEMILIH Partai NasDem mayoritas mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) yang akan dipilih dalam Pemilu Presiden (Pilrpres) 2024 mendatang. Hal ini tercermin dalam hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) berdasarkan masa pemilih dalam Pemilu 2019 lalu.

"Hasil survei menunjukkan bahwa pemilih NasDem di 2019 yang akan memilih Ganjar jika pilpres diadakan sekarang sebanyak 41 persen," ungkap Mujani melalui akun Youtube SMRC TV yang disiarkan pada Sabtu, (18/6).

Mujani menjelaskan NasDem dalam rapat kerja nasional (Rakernas) baru-baru ini. Walaupun urutan perolehan dukungannya berbeda, menurut dia, dua besar yang didukung oleh elit dan massa pemilih NasDem cukup konsisten.

“Secara umum, aspirasi yang dikembangkan oleh DPW NasDem cukup konsisten dengan pemilih NasDem sendiri. Artinya NasDem mendengarkan apa kata pemilih mereka sendiri,” kata pendiri SMRC tersebut.

Baca juga: PDI Perjuangan Puas M. Luthfi Didepak dari Kabinet

Selain Ganjar, survei SMRC juga menunjukkan bahwa pemilih partai NasDem sebesar 31% akan memberikan suaranya untuk partai jika NasDem mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 mendatang. Menurut Mujani menariknya kedua tokoh tersebut merupakan tokoh yang berasal dari luar Partai NasDem.

"Ini menunjukkan NasDem cukup terbuka terhadap berbagai aspirasi yang berkembang dalam masyarakat," ungkapnya.

Menurut Mujani, Ketua Umum partai NasDem Surya Paloh berusaha membuat partainya menjadi kendaraan politik yang bisa digunakan oleh siapapun yang ingin maju dalam pencalonan presiden 2024. Itu menjadi salah satu alasan mengapa NasDem bersifat terbuka terhadap nama-nama yang berkembagn di masyrakat.

"Tokoh utama NasDem sendiri tidak mencalonlan diri. NasDem mungkin bisa mengklaim, silakan NasDem digunakan sebagai kendaraan untuk menyampaikan aspirasi dan kepentingan politik masyarakat secara luas,” ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya