Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Perekonomian Desa harus Dipastikan Tangguh Hadapi Krisis Global

Cahya Mulyana
13/2/2026 21:40
Perekonomian Desa harus Dipastikan Tangguh Hadapi Krisis Global
Ketua Umum APUDSI Maulidan Isbar (tengah).(dok.istimewa)

ASOSIASI Pelaku Usaha Desa Indonesia (APUDSI) menggelar gala dinner dalam rangka menyambut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan dilaksanakan esok hari. Acara tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan solidaritas antaranggota dari seluruh provinsi di Indonesia.

Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar, menjelaskan bahwa kegiatan gala dinner merupakan bagian dari rangkaian Pra-Rakernas yang digelar lebih santai setelah agenda formal di siang hari.

“Karena tadi pagi momentum sangat serius, maka malam ini kita cairkan suasananya. Sambil makan dan bercengkrama, banyak hal justru bisa dibicarakan lebih efektif di ruang informal seperti ini,” ujar Maulidan dalam keterangannya, Jumat (13/2).

Menurutnya, kehadiran para perwakilan dari berbagai provinsi menjadi simbol soliditas organisasi dalam mengemban tanggung jawab besar terhadap penguatan ekonomi desa di Indonesia.

Pada Rakernas tahun ini, APUDSI mengusung tema “Desa Tangguh”, yang menekankan pentingnya ketahanan desa sebagai fondasi utama kekuatan nasional.

Maulidan menegaskan bahwa ketahanan nasional harus dimulai dari desa, baik dalam aspek pertahanan militer maupun non-militer, terutama di sektor pangan, sumber daya manusia (SDM), dan penguatan ekonomi.

“Ketika desa kuat menghadapi ancaman apa pun, maka Indonesia akan jauh lebih kuat. Kita menghadapi tantangan geopolitik, geostrategi, hingga ancaman krisis global. Maka pondasi pertahanan itu ada di desa,” jelasnya.

Ia juga menyinggung posisi strategis Indonesia yang berada di jalur ALKI I dan ALKI II, sehingga ketahanan dalam negeri menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika global.

Maulidan mengakui masih adanya tantangan besar dalam pembangunan desa. Dari total sekitar 75.265 desa di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen di antaranya masih berstatus tertinggal.

Hal tersebut, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun APUDSI optimistis melalui penguatan ekonomi dan kolaborasi berbagai pihak, desa-desa tertinggal dapat semakin berdaya.

“Kami berharap meskipun status desanya masih tertinggal, masyarakatnya tidak. Secara bertahap infrastruktur, fasilitas kesehatan, listrik, dan internet akan menjangkau mereka,” katanya.

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, APUDSI mendorong peningkatan basis produksi di sektor pangan inti seperti sawah dan jagung, serta komoditas primer bernilai tambah seperti kopi, kakao, dan tembakau.

Maulidan menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal konsumsi, tetapi juga soal nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal daya konsumsi, tetapi bagaimana produk tersebut memberikan nilai tambah ekonomi sehingga masyarakat punya keuntungan lebih besar dan mampu memperkuat daya tahannya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pakar APUDSI, David Herson, mengungkapkan bahwa tahun ini organisasi akan meluncurkan ekosistem pembiayaan dan penjualan komoditas UMKM desa berbasis resi gudang yang berorientasi ekspor.

Program tersebut dirancang untuk menjawab permasalahan 3P, yakni Produk, Pembiayaan, dan Pasar, agar tidak berjalan secara parsial melainkan terintegrasi.

“Ketika tidak ada keberlanjutan pada pasar, pembiayaan, dan produksi, maka roda ekonomi akan terhenti. Kalau ekonomi berhenti, daya beli turun, dan risiko sosial meningkat,” jelas David.

David juga menegaskan bahwa APUDSI mendukung agenda ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo dalam berbagai pidatonya.

Menurutnya, semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, sejatinya bertumpu pada kekuatan desa.

“Ketahanan pangan dan energi sumbernya ada di desa. APUDSI akan bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih dan berbagai program pemerintah agar pelaku usaha desa tidak hanya punya sumber ekonomi, tetapi juga tahu cara mengelolanya,” tutupnya.

Rakernas APUDSI diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan ketahanan pangan nasional, serta mendorong desa sebagai pilar utama ketahanan Indonesia menghadapi dinamika global. (Cah/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya