Rabu 15 Juni 2022, 10:11 WIB

Pengendara Sepeda Motor Diimbau tidak Pakai Sandal Jepit

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Pengendara Sepeda Motor Diimbau tidak Pakai Sandal Jepit

ANTARA/Muhammad Iqbal
Sejumlah pengendara motor memakai sandal jepit melintas di Jalan Raya Ciledug, Kreo, Tangerang, Banten.

 

KEPALA Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi mengimbau pengendara sepeda motor agar tidak lagi mengenakan sandal jepit. Pemotor diminta mengenakan sepatu.

“Ini sudah komitmen kita mengajak masyarakat untuk tertib dari diri sendiri dulu. Masyarakat membantu dengan memunculkan kesadaran, mengajarkan hal-hal yang baik untuk anaknya dan yang paling gampang itu (dari) orang terdekat. Jadi jangan kasih contoh dikira anaknya enggak ngerti bapaknya bilang ‘Deket aja Pak di situ, biar enggak pakai helm’, naik motor pakai sandal jepit," kata Firman dalam keterangan tertulis, Rabu (15/6).

Menurut Firman, imbauan tidak mengenakan sandal jepit saat berkendara berguna untuk keselamatan para pengendara sepeda motor. Sebab, sandal jepit tidak bisa melindungi tubuh saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap dan Dihakimi Massa di Jaksel

“Mohon maaf, saya bukan me-stressing (menekankan) pakai sandal jepitnya, tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu. Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas," ujar jenderal bintang dua itu.

Dia berharap masyarakat tidak mengeluhkan soal biaya yang harus digunakan untuk membeli sepatu. Sebab, harga sepatu tidak sebanding dengan perlindungan yang didapatkan.

“Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada. Ini gunanya helm standar, pakai sepatu," ungkap Firman.

Dia berharap masyarakat sadar akan keselamatan. Dia meyakini lambat laun menggunakan helm dan sepatu akan menjadi kebiasaan masyarakat, bukan hanya karena diawasi petugas.

"Itu bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun. Sehingga patuh menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas," pungkas Firman.  (OL-1)

Baca Juga

Dok.MI

Buronan KPK dan Kejaksaan Agung Surya Darmadi Akan ke Indonesia

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:35 WIB
Juniver mengeklaim Darmadi merupakan pembayar pajak yang patuh dan membuka lapangan kerja untuk puluhan ribu...
Antara

Anak Buah Kapal Diharap Patuhi Hukum di Negara Lain

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:14 WIB
Hakeng mengapresiasi langkah diambil pemerintah Indonesia yang tetap memberikan pendampingan hukum kepada...
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

LPSK Tidak Bisa Beri Perlindungan kepada Istri Sambo

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 16:56 WIB
Hasto mengatakan pihaknya sejak awal meragukan permohonan perlindungan yang diajukan oleh Putri...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya