Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, mengingatkan tentang pentingnya pelaksanaan Pancasila dan pembudayaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Gol Pancasila itu kesejahteraan bersama dan budi pekerti manusia Indonesia
Hal itu ia sampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam Silaturahmi Nasional yang diselenggarakan DPP Partai Nasdem. Acara tersebut diadakan dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni. Tema acara tersebut adalah Kita Pancasila; Pancasila Menjawab Tantangan Zaman.
Acara dibuka Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh itu menghadirkan pembicara Rachmat Gobel, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menneg BUMN Erick Thohir, Menkominfo Johny G Plate, dan Menparekraf Sandiaga S Uno. Acara ditutup oleh Menko Polhukam Moh Mahfud MD.
Pada kesempatan itu Gobel secara retoris bertanya, “Apakah Pancasila sudah dilaksanakan?” Ia menjawab bahwa Pancasila sudah dan belum dilaksanakan. Secara yuridis, katanya, Pancasila sudah diterjemahkan dalam beragam regulasi. Sebagai contoh ia menyebutkan tentang hadirnya UU Cipta Kerja. Menurutnya, UU tersebut dibuat untuk mengundang investasi dengan memberikan banyak kemudahan. Namun ia menyatakan investasi itu harus memperkuat NKRI, bukan memperlemahnya.
"Investasi itu harus dilihat apakah memberikan value kepada kita atau cuma mempekerjakan rakyat kita belaka,” katanya.
Karena itu, Gobel membedakan antara pembangunan sumberdaya manusia dan mempekerjakan manusia. “Pada yang pertama, investasi bukan sekadar memberikan lapangan kerja tapi yang terpenting adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pelatihan, peningkatan skill, dan membangun wawasan. Sedangkan yang kedua lapangan kerja hanya dilihat dari sisi besaran upah semata,” katanya.
Menurutnya, pembedaan itu penting dalam kerangka transfer teknologi dari setiap investasi yang datang ke Indonesia. Gobel menyatakan, ada tiga tingkatan dalam masalah transfer teknologi. Pertama, transfer of job. Kedua, transfer of knowhow. Ketiga, transfer of technology itu sendiri. “Jadi investasi jangan dilihat dari sisi upah saja, dari sisi uang saja. Karena yang terpenting adalah terjadinya peningkatan kualitas sumberdaya manusianya. Di situ letak pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan bangsa. Karena itu, ia mengingatkan bahwa investasi asing itu hanya pelengkap saja.
"Ini penting agar jangan sampai yang terjadi adalah penghambaan terhadap investasi asing,” katanya. Dalam hal ini ia mencontohkan seperti yang terjadi dalam investasi tambang nikel di Sulawesi. “Yang kerjanya pun bukan rakyat kita tapi rakyat asing. Ini tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Itu memperlemah NKRI,” katanya.
Gobel mengingatkan tentang pentingnya pemahaman terhadap filosofi dalam mengundang investasi asing tersebut. “Di situlah pentingnya memahami Pancasila,” katanya. Karena itu ia menyebutkan tentang pentingnya pendidikan di Lemhannas bagi elite bangsa di semua lapangan. Selain itu, ia juga menekankan tentang pendidikan Pancasila dan budi pekerja bagi semua pelajar. “Pancasila harus menjadi budaya, karena itu harus sudah diajarkan sejak tingkat taman kanak-kanak,” katanya. Dengan pembudayaan tersebut, katanya, maka tujuan Pancasila untuk tercapainya keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat akan tercapai. (RO/OL-13)
Baca Juga: Kemendagri Digugat karena Melantik Bupati Pesisir Selatan Ke PTUN
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
pemerintah perlu refleksi dan berkolaborasi untuk menjamin hak serta memberikan kesejahteraan bagi warga negara. Hal itu ia katakan merespons kasus anak SD yang bunuh diri di NTT.
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Safaruddin menyoroti perlunya aturan komprehensif yang mampu menjawab perbedaan beban kerja hakim di berbagai wilayah Indonesia.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan perluasan akses Pendidikan Profesi Guru (PPG) kini tidak hanya diikuti oleh guru-guru agama Islam saja, tapi menjangkau seluruh guru lintas agama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved