Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan upaya paksa penggeledahan hari ini, Jumat (7/1). Kegiatan itu dilakukan satu hari setelah KPK menahan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atas dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkap bahwa penggeledahan dilakukan di beberapa titik di wilayah Kota Bekasi. Tindakan tersebut, lanjutnya, sebagai upaya untuk menemukan, mengumpulkan, dan mengamankan bukti-bukti yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara.
"Saat ini, tim masih bekerja dan perkembangan selanjutnya akan kami informasikan," tandas Ali melalui keterangan tertulis.
Salah satu lokasi yang digeledah oleh penyidik KPK adalah ruang pendopo Wali Kota di Jalan Ir H Juanda, Bekasi Selatan.
Selain Rahmat, KPK juga menersangkakan delapan orang lain dalam perkara tersebut. Mereka antara lain Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Jumhana Luthfi, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M Buyamin, Mulyadi selaku Lurah Kati Sari, dan Camat Jatisampurna Wahyudin.
Berikutnya Direktur PT MAM Energindo Ali Amril, Lai Bui Min selaku swasta, Direktur PT Kota Bintang Rayatri Suryadi, dan Makhfud Saifudin selaku Camat Rawalumbu.
Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Rabu (5/1), KPK berhasil menyita uang senilai Rp5 miliar. Dari angka tersebut, Rp2 miliar di antaranya berada dalam rekening bank.
Terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hari ini mengukuhkan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjadi Plt Wali Kota Bekasi. Pengukuhan itu dilaksanakan di kediaman rumah dinas Ridwan di Bandung.
"Kami tadi menyerahkan surat pengangkatan beliau sebagai Plt Wali Kota Bekasi. Dengan surat itu, maka beliau bisa melakukan pelayanan publik, menandatangani dokumen, hal yang bersifat hukum, karena tidak boleh ada kekosongan hukum," tandas Ridwan. (OL-8)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi OTT KPK di Cilacap dan kembali menegaskan pentingnya integritas kepala daerah serta ASN dalam pemerintahan.
KPK bongkar modus 'target setoran' THR Bupati Cilacap Syamsul Auliya. RSUD hingga Puskesmas dipalak hingga Rp100 juta sejak 2025. Cek kronologinya.
KPK menetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sebagai tersangka pemerasan Rp610 juta dari 23 dinas untuk bagi-bagi THR Forkopimda.
KPK bongkar modus Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman peras RSUD & Puskesmas demi THR Forkopimda. Simak kronologi OTT KPK di sini.
KPK resmi menahan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Sadmoko terkait kasus pemerasan. Keduanya dijebloskan ke Rutan Merah Putih.
KPK mengimbau seluruh penyelenggara negara dan aparatur sipil negara untuk menjaga integritas jabatan dengan tidak menerima ataupun.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi OTT KPK di Cilacap dan kembali menegaskan pentingnya integritas kepala daerah serta ASN dalam pemerintahan.
Mendagri tunjuk Wabup Hendri Praja jadi Plt Bupati Rejang Lebong usai Muhammad Fikri kena OTT KPK. Roda pemerintahan dipastikan tetap berjalan.
Menurut Titi, pilkada di banyak daerah masih berlangsung dengan biaya politik yang sangat tinggi, sementara sistem pengaturan dan pengawasan dana kampanye belum berjalan efektif.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar Rp12,03 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2025.
Penyegelan dilakukan dengan memasang garis segel pada pintu kedua ruangan tersebut.
SETELAH OTT KPK di Cilacap, Jawa Tengah, para pejabat Pemkab Cilacap termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman bersama pejabat lainnya diperiksa di Satreskrim Polresta Banyumas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved