Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar Rp12,03 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2025. Kekayaan tersebut menjadi sorotan setelah ia diamankan dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat.
Berdasarkan laporan LHKPN, sebagian besar aset Syamsul berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan di wilayah Kabupaten Cilacap.
Beberapa aset utama yang tercatat antara lain:
Jika seluruh aset tersebut dijumlahkan, total kekayaan Syamsul mencapai Rp12,25 miliar. Setelah dikurangi utang sebesar Rp215,61 juta, nilai kekayaan bersihnya menjadi sekitar Rp12,03 miliar.
Syamsul Auliya Rachman lahir pada 30 November 1985 dan merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia memulai karier sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Kasi Trantibum Kecamatan Kedungreja pada 2012 serta Kasubag Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Cilacap pada 2013.
Syamsul juga pernah menjadi ajudan Bupati Cilacap sebelum akhirnya masuk ke dunia politik.
Pada 2017-2022, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Cilacap mendampingi Tatto Suwarto Pamudji.
Dalam Pilkada 2024, ia maju sebagai calon bupati bersama Ammy Amaliya Fatma dan berhasil memenangkan pemilihan dengan 414.533 suara, sehingga menjabat sebagai Bupati Cilacap periode 2024-2029.
Penangkapan Syamsul Auliya Rachman dilakukan dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Jumat. Meski KPK telah memastikan penangkapan tersebut, hingga kini lembaga antirasuah itu belum mengungkap secara rinci perkara korupsi yang menjerat Bupati Cilacap tersebut.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 13 orang dari total 27 pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengkaji lebih dalam konstruksi perkara dugaan pemerasan terkait tunjangan hari raya (THR) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Ruangan yang diperiksa antara lain ruang kerja Bupati Cilacap, ruang Sekretaris Daerah (Sekda), serta ruang para asisten Sekda.
OTT KPK terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono menambah deretan kepala daerah yang terseret kasus korupsi. Sejak Oktober 2024 hingga Maret 2026, sedikitnya sembilan kepala daerah terjaring operasi serupa dengan pola perkara suap, gratifikasi, hingga pengumpulan dana proyek.
Ketua Umum PKB Cak Imin mengaku prihatin atas penetapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sebagai tersangka KPK dalam kasus dugaan korupsi bermodus THR.
Asep Guntur Rahayu, Polresta Cilacap, Kasus Korupsi Jawa Tengah,
KPK ungkap rencana Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bagi-bagi THR hasil pemerasan senilai Rp610 juta ke Forkopimda. Simak detail penggeledahan dan penetapan tersangka
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved