Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa 13 orang dari total 27 pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait Syamsul Auliya Rachman, Bupati Cilacap. Mereka dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Jakarta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan para pihak yang dibawa ke Jakarta berasal dari berbagai unsur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
“Dari 27 orang yang diamankan di lokasi, 13 orang di antaranya dibawa ke Jakarta,” kata Budi.
Tim KPK berangkat dari Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (13/3) dan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 02.35 WIB pada Sabtu dini hari.
Menurut Budi, 13 orang yang dibawa ke Jakarta terdiri dari Bupati Cilacap, sekretaris daerah, serta sejumlah pejabat struktural di lingkungan pemerintah daerah tersebut. Mereka akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani KPK.
Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, termasuk kemungkinan penetapan tersangka.
“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Budi.
Sebelumnya, KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi tangkap tangan tersebut, salah satunya berupa uang tunai. Budi menjelaskan bahwa uang yang disita berdenominasi rupiah, namun jumlah pastinya masih dalam proses penghitungan.
“Untuk jumlahnya nanti kami akan update kembali. Ini masih dalam proses,” kata Budi.
Operasi tangkap tangan ini turut mengamankan total 27 orang, termasuk Bupati Cilacap dan sejumlah pejabat pemerintah daerah. (Ant/E-3)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengkaji lebih dalam konstruksi perkara dugaan pemerasan terkait tunjangan hari raya (THR) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Ruangan yang diperiksa antara lain ruang kerja Bupati Cilacap, ruang Sekretaris Daerah (Sekda), serta ruang para asisten Sekda.
OTT KPK terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono menambah deretan kepala daerah yang terseret kasus korupsi. Sejak Oktober 2024 hingga Maret 2026, sedikitnya sembilan kepala daerah terjaring operasi serupa dengan pola perkara suap, gratifikasi, hingga pengumpulan dana proyek.
Ketua Umum PKB Cak Imin mengaku prihatin atas penetapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sebagai tersangka KPK dalam kasus dugaan korupsi bermodus THR.
Asep Guntur Rahayu, Polresta Cilacap, Kasus Korupsi Jawa Tengah,
KPK ungkap rencana Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bagi-bagi THR hasil pemerasan senilai Rp610 juta ke Forkopimda. Simak detail penggeledahan dan penetapan tersangka
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar Rp12,03 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved