Kamis 06 Januari 2022, 14:16 WIB

Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Naik ke Penyidikan

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Naik ke Penyidikan

Antara/Reno Esnir.
Luhut Binsar Pandjaitan.

 

KASUS pencemaran nama baik yang dilaporkan Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti naik ke tahap penyidikan. Hal tersebut diungkapkan pengacara Haris dan Fatia, Nurkholis Hidayat.

Nurkholis mengatakan pihaknya telah menerima tembusan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kepolisian. Ia mengatakan surat itu diterima pada Desember lalu. "Jadi Desember kami mendapatkan pemberitahuan itu (SPDP)," kata Nurkholis ketika dihubungi, Kamis (6/1).

Nurkholis mengatakan dengan penaikan perkara tersebut berarti ada muatan pidana dalam laporan dilayangkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu kepada kliennya. Namun, ia menyebut polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara itu. 

Kliennya masih diperiksa sebagai saksi. Rencananya Haris dan Fatia akan diperiksa sebagai saksi hari ini, tetapi karena ada kesibukan keduanya mengajukan penundaan. "Tidak dijelaskan tersangkanya siapa, masih saksi, tapi calon tersangkanya mereka berdua kan dalam posisi yang akan disangkakan atau terlapor," kata Nurkholis.

Nurkholis mengatakan jika nantinya kliennya sebagai tersangka, pihaknya akan menguji penetapan tersangka tersebut. "Yang pasti kami akan segera mengirim surat penghentian penyidikan kepada kepolisian setelah kami mengetahui kalau yang menjadi tersangka ialah Haris Azhar dan Fatia," katanya.

"Jadi kami tetap konsisten dengan argumentasi bahwa yang diperbincangkan YouTube segala macam itu masih dalam rangka bagian dari kebebasan berekspresi yang tidak boleh dikriminalisasi. Apalagi tujuannya bukan untuk mendiskreditkan seseorang," tambahnya.

Baca juga: Diperiksa Terkait Luhut, Haris Azhar Juga Berikan Penjelasan Tertulis

Seperti diketahui, Luhut melaporkan Haris dan Fatia ke Polda Metro Jaya setelah namanya disebut dalam video yang diunggah di kanal YouTube milik Haris. Haris dan Fatia menyebut Luhut 'bermain' dalam bisnis tambang di Intan Jaya Papua. Dalam pelaporannya, Luhut mempersangkakan keduanya dengan dugaan Pasal 45 juncto Pasal 27 Undang-Undang ITE.

Usai membuat laporan kepolisian, Luhut mengaku melaporkan kedua pimpinan LSM tersebut untuk memperbaiki nama baiknya. "Saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak cucu saya, jadi saya kira sudah keterlaluan," ujar Luhut.

Selain itu, Luhut mengatakan, pihaknya juga sudah dua kali melayangkan somasi kepada Haris dan Fathiya atas konten Youtube yang dianggap mencemarkan nama baik. Namun, somasi tersebut dianggap tidak diindahkan keduanya. Sebab, keduanya tak kunjung meminta maaf atas konten tersebut. Hal itu membuat Luhut melaporkan keduanya ke polisi. (OL-14)

Baca Juga

.

Pejabat Gubernur dari TNI/Polri Hanya dalam Kondisi Darurat Militer

👤RO/Micom 🕔Jumat 27 Mei 2022, 11:51 WIB
Keterlibatan militer sebagai penguasa daerah dilakukan ketika suatu daerah menjadi Darurat Militer dan Darurat...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Demonstrasi UU P3 Salah Alamat

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 11:48 WIB
Jika sudah disahkan, lalu unjuk rasa, maka hal itu sudah melenceng dari asas proporsionalitas, karena DPR tidak bisa membatalkan UU yang...
Instagram @pbmathlaulanwar

Diundang Isi Tausiyah, Ketua MA Bantah Dukung Sandiaga Uno

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 11:42 WIB
Haji Embay mengaku terang-terangan telah meminta kepada yang mengundang dirinya agar tidak ada deklarasi dukungan kepada siapa pun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya