Jumat 03 Desember 2021, 17:43 WIB

Modus Perdagangan Orang Secara Daring, Banyak Anak-Anak tanpa Sadar Jadi Korban

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Modus Perdagangan Orang Secara Daring, Banyak Anak-Anak tanpa Sadar Jadi Korban

Ilustrasi
Ilustrasi perdagangan orang

 

ORGANISASI Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) mencatat modus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) saat ini yakni dilakukan secara daring. Hal itu membuat banyak anak-anak yang terbuai informasi yang salah, sehingga tanpa sadar masuk ke jaringan perdagangan orang 

"Para korban anak justru mencari informasi dan mendaftar seolah-olah para anak ini secara sukarela melakukannya. Pada akhirnya korban berhasil diselamatkan dan proses hukumnya dilanjutkan," kata National Project Officer Counter Trafficking Unit IOM Indonesia Eny Rofiatul Ngazizah dalam Media Talk: Kondisi Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia dan Dampaknya pada Perempuan dan Anak, Jumat (3/12). 

Eny menegaskan, unsur sukarela tersebut membuat unsur-unsur TPPO sulit dipenuhi di pengadilan. Sebab anak-anak ini secara sukarela mendaftarkan dirinya pada jaringan TPPO tersebut. 

Padahal dalam unsur TPPO tentu ada paksaan, tipu daya, informasi palsu, bujuk rayu, iming-iming palsu, dan lainnya. Sementara dalam kasus TPPO daring ini justru anak-anak tersebut yang mencari tahu dengan aktif dari sindikat ini. 

Baca juga : Perdagangan Orang Masih Merajalela di tengah Pandemi, Perempuan jadi Korban Terbanyak 

Dalam menyikapi hal itu, IOM Indonesia memastikan respon layanan dibuat secara fleksible dengan memperhatikan norma hukum yang berlaku. Hal itu. konteks korban berupa anak-anak dengan kondisi emosional belum matang, sehingga terjebak dalam sindikat perdagangan orang tersebut. 

"IOM sendiri memberikan layanan yang cukup komprehensif untuk melengkapi layanan yang dimiliki pemerintah melalui pendekatan 4 P, yaitu perlindungan, penuntutan, pencegahan, dan partnership," ujar Enny. 

IOM juga mengupayakan pemberian rehabilitasi kepada korban sebelum dipulangkan ke daerah asal serta memastikan ada integrasi agar keluarga di daerah menerima dan korban pun bisa berinteraksi lagi dengan keluarga dan masyarakat. 

"Sehingga dia tidak terjebak lagi dalam sindikat TPPO ini yang memperdagangkan dirinya keluar pulau atau luar negeri," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fauzan

Tujuh Bulan Kerja, Satgas BLBI Kumpulkan Rp9,82 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 18 Januari 2022, 18:10 WIB
Hasil yang telah dicapai, lanjutnya, masih jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebab hak tagih negara atas dana BLBI mencapai...
DOK MI

Pekerja Sektor Esensial Kota Malang Jalani Vaksinasi Dosis Booster

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:44 WIB
PEKERJA sektor esensial di Kota Malang, Jawa Timur, menerima vaksinasi...
MI/ANDRI WIDIYANTO

NasDem Harap RUU TPKS Tak Lagi Ditunda-Tunda

👤Dhika kusuma winata 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:33 WIB
NasDem berharap agar rancangan beleid itu segera rampung dibahas dan tak lagi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya