Senin 25 Oktober 2021, 15:50 WIB

Azis Bantah Punya Delapan Penyidik KPK yang Bisa Digerakkan

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Azis Bantah Punya Delapan Penyidik KPK yang Bisa Digerakkan

Antara
Azis Syamsuddin menjadi saksi di sidangĀ 

 

AZIS Syamsuddin membantah keterangan saksi yang menyatakan dirinya memiliki delapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bisa digerakkannya. Kesaksian itu pertama kali digulirkan oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Yusmada, pada sidang Senin (4/10).

Bantahan mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut menanggapi pertanyaan penasihat hukum Stephanus Robin Pattuju, Tito Hananta Kusuma.

"Yusmada menyampaikan bahwa mendapatkan informasi yang dia dapat dari orang lain bahwa bapak Azis Syamsuddin itu memiliki delapan penyidik yang bisa digerakkan saksi oleh saudara Azis Syamsuddin di KPK? Apakah itu benar?" tanya Tito kepada Azis di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di pengadilan Jakarta pusat, Senin (25/10).

"Tidak Pak, saya sudah ditanya di KPK. Itu tidak ada," kilah Azis.

Sebelumnya, berita acara pemeriksaan Yusmada di tingkat penyidikan mengungkap adanya delapan penyidik KPK yang bisa digerakkan untuk mengamankan perkara. Ia mengaku tahu hal tersebut dari Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial.

Baca juga: Hakim Sangsikan Kesaksian Azis Syamsuddin 

Bahkan Azis berani bersumpah bahwa isu yang berkembang mengenai delapan penyidik KPK yang bisa digerakkan olehnya tidak benar. Ia menyebut tidak pernah melakukan hal-hal di luar aturan normatif.

"Tidak ada. Saya berani (sumpah) atas nama almahrum ayah dan ibu saya, untuk kepentingan keluarga saya dan keturunan saya, saya sampaikan dalam sidang yang mulia ini, tidak pernah saya melakukan itu," sambungnya.

Lebih lanjut, Azis membantah pernah memberikan uang sebesar US$100 ribu kepada Robin. Ia juga tidak pernah berkomunikasi dengan mantan calon legislatif DPR RI dari Partai Golkar, Aliza Gunado terkait uang tersebut.

Kendati demikian, Azis mengakui telah memberi uang sebesar Rp200 juta kepada Robin melalui pengacara Maskur Husain. Menurutnya, uang itu adalah pinjaman dan bukan untuk mengurus perkara di Lampung.

Ia mengatakan uang tersebut diberikan melalui rekening pribadinya. Adapun rekening itu menampung semua penghasilan Azis, termasuk dana reses sebagai anggota DPR RI.

Robin dan Maskur duduk sebagai terdakwa dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara. Jaksa KPK mendakwa keduanya telah menerima uang dengan jumlah keseluruhan Rp11.025.077.000 dan US$36 ribu atas pengangan lima perkara.

Tiga perkara di antaranya disebut melibatkan Azis, yakni kasus dugaan korupsi di Lampung Tengah, mengenalkan Robin ke mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan berkomunikasi dengan Rita mengenai pengembalian aset yang disita KPK. (P-5)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Soal Pengganti Anies, Kemendagri: Tergantung Presiden

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 04 Juli 2022, 15:27 WIB
Diketahui, Anies akan berakhir masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2022...
Dok; BPIP

Tanggapi Dino Djalal, Djumala: Diplomasi Perdamaian Bukan Pabrik Tempe.

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 15:03 WIB
"Kerja diplomasi perdamaian tentu beda dengan cara kerja pabrik tempe: hari ini kedele besok jadi tempe,"...
AP

Airlangga: Lawatan Presiden ke Eropa Timur Tidak Gagal

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 04 Juli 2022, 14:18 WIB
Hasil dari lawatan kepala negara harus dilihat dari banyak aspek dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya