Selasa 12 Oktober 2021, 16:36 WIB

Densus 88 Antisipasi Gerakan Kelompok JI

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Densus 88 Antisipasi Gerakan Kelompok JI

Antara
Petugas Densus 88 saat melakukan penggeledehan di rumah terduga teroris di wilayah Kabupaten Bekasi.

 

DETASEMEN Khusus Anti Teror (Densus 88) mengantisipasi ancaman kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Mengingat, golongan yang memiliki paham jihad dengan kekerasan ini terus berganti wajah dan merekrut masyarakat umum.

"Mereka akan terus-menerus melakukan regenerasi dan aksi teror pun akan terus berjalan. Ini perlu intervensi," ujar Direktur Identifikasi dan Sosialisasi Densus 88 Anti Teror Polri Kombes MD Shodiq dalam seminar virtual, Selasa (12/10).

Lebih lanjut, dia mengatakan Densus 88 belum bisa mengintervensi regenerasi kelompok teroris JI. Oleh karena itu, regenerasi kelompok tersebut patut diwaspadai. Sebelum kelompok teroris JI melakukan jihad global, mereka akan melakukan pelatihan terlebih dahulu. 

Baca juga: Jamaah Islamiyah Masih Mengancam Stabilitas Keamanan

Aksi itu bisa dilakukan di sekolah atau kamp di berbagai wilayah. Menyoroti kondisi saat ini, Shodiq mengatakan peta persebaran jumlah anggota JI sudah menurun. Tepatnya, setelah salah satu tokoh utamanya, Abu Rusydan, berhasil ditangkap.

“Setelah puncaknya kemarin kita melakukan penegakan hukum terhadap Abu Rusydan, salah satu tokoh dan figur kelompok JI, secara umum peta JI sudah down,” imbuh Shodiq.

Baca juga: Densus 88: Kemenangan Taliban Berdampak pada Indonesia

Sejak kelompok JI melakukan aksi teror di Indonesia, aparat penegak hukum sudah menangkap dan memproses hukum 876 pelaku teror dari kelompok tersebut. Secara keseluruhan, terdapat 2.914 pelaku teror yang sudah melalui proses hukum. “Saat ini, ada 6.000-7.000 anggota JI di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Pihaknya pun bersyukur pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018. Sebab, regulasi itu memungkinkan Densus 88 untuk melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang memiliki niat dan rencana untuk melakukan aksi teror.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

Tersangka Kasus Perindo Sempat Keliling Jakarta dan Berupaya Lari

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:58 WIB
IG sempat berkeliling di wilayah Jakarta sebelum akhirnya datang ke Gedung Bundar...
Dok kemenhub

Kemenhub Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Covid-19 Libur Nataru

👤RO/Micom 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:30 WIB
Libur nataru jangan sampai merusak upaya mengendalikan covid-19 yang telah...
Antara/Jessica Helena Wuysang.

Korupsi Komisi Agen, Pejabat Askrindo Jadi Tersangka

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 20:27 WIB
Selain itu, ia juga membagi dan menyerahkan share komisi yang ditarik secara tunai di AMU kepada empat orang di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya