Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOSEN Kajian Terorisme Universitas Indonesia (UI) Amanah Nurish mengatakan gerakan Jamaah Islamiyah (JI) harus tetap diwaspadai. Negara tidak boleh lengah karena kelompok ini masih berpotensi bangkit mengancam stabilitas keamanan.
Ia mengatakan terdapat tiga faktor utama yang memantik penyebaran JI di kalangan masyarakat. "Pertama masalah ketimpangan sosial, politik, ekonomi, dan krisis kebudayaan menjadi salah satu pemicu suburnya jaringan terorisme di Indonesia," ujarnya pada webinar bertajuk Al Jamaah Al Islamiyah Dahulu, Kini dan Dimasa Mendatang, Selasa (12/10).
Menurut dia, faktor kedua benturan ideologi yang bisa menjadi ancaman yang cukup serius dan dapat meracuni cara berpikir termasuk cara bertindak individu atau kelompok masyarakat. Terakhir benturan ideologi yang terus dikampanyekan secara berulang-ulang sehingga hal tersebut diyakini sebagai kebenaran yang layak dijadikan tuntunan.
Baca juga: Yudo atau Andhika? NasDem Anggap Keduanya Cocok Jadi Panglima TNI
Faktor lain, kata dia, yang masih menjadi pemantik gerakan JI berasal dari pengaruh para tokoh-tokoh JI seperti Umar Farouq, Abdullah Sungkar, dan Abu Jibril. "Walaupun masing-masing mereka memiliki cara pandang yang berbeda dalam melaksanakan aksi-aksi jihad. Sikap dan pandangan para tokoh JI tersebut yang kemudian berimplikasi pada gerakan JI hingga hari ini," urainya.
JI, lanjut dia, kekuasaan Taliban menjadi
inspirasi jihad. Dari disengagement bisa kembali menjadi simpatisan. "Kemungkinan bangkitnya embrio baru di kalangan JI dengan metode baru," pungkasnya. (OL-4)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Dalang Bom Bali 2002, Hambali, dijadwalkan mulai diadili oleh pengadilan militer Amerika Serikat pada November 2025 setelah lebih dari dua dekade ditahan di Guantanamo
KELOMPOK Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bidang Kerjasama Internasional Darmansjah Djumala menegaskan pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) pantas diapresiasi.
Yusril Ihza Mahendra menyebut pemerintah sudah mencoba membuka akses komunikasi dengan mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI), Encep Nurjaman alias Hambali
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung proses deradikalisasi yang lebih holistik.
LIMA narapidana kasus terorisme (napiter) Lapas Surabaya di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur berikrar setia pada NKRI, Selasa (31/12).
Presiden Prabowo Subianto, menurut Yusril, merupakan pemimpin yang berjiwa besar dan pemaaf.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved