Minggu 19 September 2021, 18:07 WIB

Ali Kalora Tewas, Pengamat : Berantas MIT Hingga Akarnya

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Ali Kalora Tewas, Pengamat : Berantas MIT Hingga Akarnya

Antara/Mohamad Hamzah
Polisi menggelar barang bukti dari hasil kontak tembak yang menewaskan pimpinan MIT Ali Kalora di Sulteng

 

KEBERHASILAN Satuan Tugas Madago Raya melumpuhkan Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora alias Ali Ahmad diapresiasi positif oleh banyak pihak. Setelah Ali Kalora tewas, MIT diyakini akan habis dan tidak ada lagi di Sulawesi Tengah.

"Upaya Polri dan TNI menangkap Ali Kalora ini hebat dan sangat baik. Paska Ali Kalora saya yakin MIT tumpas dan selesai, " ujar pengamat terorisme Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib kepada Media Indonesia, Minggu (19/9). 

Menurut dia, empat anggota MIT yang tersisa tidak memiliki pengaruh yang kuat dan lemah dalam kemampuan tempur. Maka diyakini keempatnya dapat segera ditangkap.

"Saya meyakini empat orang ini akan segera tertangkap atau kalau tidak ya mereka menyerah sendiri, " ujar alumni S2 Kajian Intelijen UI tersebut. 

Ridlwan menambahkan, setelah Santoso tewas pada 2016, kelompok MIT tidak lagi mendapat bantuan dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di luar Sulawesi Tengah. Apalagi setelah ada operasi Madago Raya yang melibatkan ribuan pasukan keamanan. 

"MIT ini sudah sangat lemah dan hanya bertahan hidup dari merampok ladang petani di kaki gunung," ujarnya. 

Ridlwan menambahkan keberhasilan operasi Madago Raya merupakan bukti bahwa Polri dan TNI sinergis dan harmonis dalam memberantas terorisme. "Ini upaya yang taktis dan bisa menjadi role model penanganan terorisme di Indonesia, " katanya.

Baca juga : Ali Kalora Tewas, NasDem: Pelecut Berantas Jaringan Teror di Bumi Pertiwi

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menilai prestasi Satuan Tugas Madago Raya yang mampu melumpuhkan Ali Kalora menjadi titik terang dalam memberangus terorisme di Indonesia. Kematian Ali Kalora harus diikuti dengan menangkap seluruh pengikutnya dan memberangus kelompok teroris di seluruh penjuru negeri. 

"Ali Kalora dan MIT selama berpuluh-puluh tahun menjadi hantu yang menakutkan bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Tentu kinerja Satuan Tugas Madago Raya ini harus diapresiasi dan juga ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolri, bapak Listyo Sigit," katanya.

Menurut dia masyarakat sangat mengharapkan titik terang pemberantasan terorisme ini terus berlanjut. Seluruh jaringan dan simpatisan MIT tidak boleh dibiarkan berkeliaran dan menyebarkan pahamnya. 

"Tuntaskan juga sisa-sisa yang ada di sana. Masih ada empat orang (anggota MIT) yang belum tertangkap dan salah satu adalah gembongnya. Itu menjadi PR besar yang harus diselesaikan," urainya. 

Ia meminta tewasnya Ali Kalora tidak boleh membuat Polri dan TNI berpuas diri. Sebaliknya, capaian ini harus menambah semangat kedua instansi dalam memerdekakan bangsa ini dari jaringan teroris. 

"Saya harap Kapolda dan timnya yang beroperasi di Sulawesi Tengah tidak meninggalkan lagi PR baru buat Kapolda berikutnya. Juga setelah selesai menuntaskan perburuan terorisme di gunung, kemudian memupus seluruh pahamnya," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

KPK Usut Bagi-bagi Fee Bupati Banjarnegara

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:31 WIB
KPK menduga Budhi berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan...
Antara/Reno Esnir.

KPK Usut Bagi-Bagi Fee Bupati Banjarnegara

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:28 WIB
KPK menduga Budhi berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Demokrat Dorong Ambang Batas Pencalonan Presiden Dihapus

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 14:58 WIB
Menurut dia, UUD 1945 tidak pernah mengatur batasan persentase tertentu untuk pengajuan calon presiden dan wakil...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya