Jumat 17 September 2021, 17:46 WIB

Dukung RI Jadi Pusat Vaksin Global, Puan: Transfer Teknologi Bisa Menguntungkan

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Dukung RI Jadi Pusat Vaksin Global, Puan: Transfer Teknologi Bisa Menguntungkan

Ist/DPR
Ketua DPR RI Puan Maharani.

 

KETUA DPR RI Puan Maharani mendukung langkah pemerintah melobi WHO untuk menjadikan Indonesia sebagai Pusat Vaksin Global.

Menurut Puan, Indonesia akan mendapat banyak manfaat dengan menjadi Pusat Vaksin Global, termasuk transfer pengetahuan dan teknologi dari produsen vaksin besar.

“Langkah ini harus kita dukung demi pemerataan vaksin secara global dan juga transfer pengetahuan dan teknologi yang akan kita dapatkan,” kata Puan di Jakarta, Jumat (16/9).

Menurut Puan, transfer pengetahuan dan teknologi kepada negara berkembang ini sejalan dengan apa yang disampaikannya pada forum Fifth World Conference of Speakers of Parliament (5WCSP) di Wina, Austria, pekan lalu. 

“Bahwa transfer teknologi akan membantu negara berkembang memproduksi vaksin sendiri, sebagai salah satu upaya percepatan produksi vaksin global,” kata Puan.

Melalui transfer teknologi dari perusahaan pengembang vaksin, kata Puan, Indonesia bisa bertumbuh menjadi negara produsen vaksin. Menurut Puan, hal ini sangat membantu Indonesia untuk mandiri dalam mewujudkan kemandirian vaksin.

“Kita harus berdikari dalam vaksin. Ketika cita-cita ini sudah tercapai, dampaknya untuk perekonomian nasional juga akan terasa,” tuturnya.

Puan meyakini, WHO akan memperhitungkan lobi Indonesia untuk menjadi Pusat Vaksin Global. Terlebih, dunia internasional sudah menganggap sukses Indonesia dalam menangani Gelombang Kedua Covid-19 yang disebabkan keganasan Varian Delta.

“Indonesia sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia juga punya legitimasi untuk memproduksi vaksin halal untuk dunia,” kata Puan.

Mantan Menko PMK ini mengatakan, Pusat Vaksin Global di Indonesia nantinya bisa terus mendorong anak bangsa untuk melakukan riset vaksin, seperti yang sudah dilakukan terhadap Vaksin Merah Putih yang akan diproduksi massal tahun depan.

“Ini menandakan kualitas SDM dan infrastruktur kesehatan Indonesia sudah layak dan bisa dipergunakan sebagai Pusat Vaksin Global demi pemerataan vaksin Covid-19 bagi seluruh orang,” ungkap Puan.

Cucu Bung Karno itu pun mendorong agar pemerintah Indonesia melakukan pendekatan dengan negara-negara produsen vaksin.

Dengan begitu, menurut Puan, Indonesia bisa mendapat dukungan agar dipilih WHO sebagai lokasi kedua pusat vaksin global.

“Saya setuju strategi Menkes yang mengatakan Pemerintah akan memanfaatkan kepemimpinan Indonesia dalam kelompok G-20 mulai Desember nanti untuk mempromosikan keamanan kesehatan global dan mempersiapkan pandemi berikutnya setelah virus corona. Indonesia bisa jadikan momen tersebut untuk lobi-lobi,” paparnya.

Puan mengatakan DPR RI akan ikut membantu melalui jalur diplomasi parlemen. Selain pendekatan bilateral, lobi-lobi akan dilakukan lebih intens dalam forum-forum pertemuan pimpinan parlemen dunia.

“Tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah IPU General Assembly. DPR RI akan mendorong negara-negara produsen vaksin untuk bekerja sama dengan Indonesia terkait realisasi pusat vaksin global ini,” tutup Puan. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

KPK Usut Bagi-bagi Fee Bupati Banjarnegara

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:31 WIB
KPK menduga Budhi berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan...
Antara/Reno Esnir.

KPK Usut Bagi-Bagi Fee Bupati Banjarnegara

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:28 WIB
KPK menduga Budhi berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Demokrat Dorong Ambang Batas Pencalonan Presiden Dihapus

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 14:58 WIB
Menurut dia, UUD 1945 tidak pernah mengatur batasan persentase tertentu untuk pengajuan calon presiden dan wakil...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya