Selasa 27 Juli 2021, 10:50 WIB

Keterangan Robin Bakal Ditindaklanjuti, Dewas KPK Tegaskan tidak Lindungi Lili

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Keterangan Robin Bakal Ditindaklanjuti, Dewas KPK Tegaskan tidak Lindungi Lili

MI/Susanto
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar

 

DEWAN Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan menindaklanjuti keterangan mantan Penyidik Stepanus Robin Pattuju tentang bantuan Komisioner Lili Pintauli Siregar ke Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial. Dewas menegaskan tidak akan melindungi Lili.

"Sejak awal, Dewan Pengawas KPK berkomitmen menegakkan prinsip zero toleransi untuk pelanggar kode etik KPK," kata anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris, Selasa (27/7).

Syamsuddin menegaskan pihaknya bertugas memantau kinerja dan etika pada pegawai KPK. Pimpinan KPK tidak masuk dalam pengecualian dalam pemantauan Dewas

"Siapa pun insan KPK, entah pegawai, pimpinan, atau bahkan anggota Dewas sendiri bisa dikenai pasal etik," ujar Syamsuddin.

Baca juga: KPK Perpanjang Penahanan Eks Bupati Talaud

Syamsuddin menegaskan akan mendalami keterlibatan Lili dalam hal tersebut. Dia menegaskan dugaan pelanggaran etik Lili masih diproses.

"Dugaan pelanggaran kode etik oleh salah satu pimpinan KPK tengah dalam proses di Dewas," tegas Syamsuddin.

Sebelumnya, Robin menjelaskan komunikasi Syahrial dengan Lili dibantu seseorang bernama Fahri Aceh. Keduanya membahas pengurusan perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai yang menyeret Syahrial.

"Terdakwa (Syahrial) menyampaikan bahwa saya ditelpon oleh Bu Lili yang menyampaikan, 'Gimana? Berkas kamu di meja saya nih' itu Bu Lili kepada terdakwa saat itu," kata Robin dalam sidang virtual di Jakarta, Senin (26/7).

Robin tidak memerinci waktu pembicaraan itu berlangsung. Namun, saat itu Syahrial meminta Lili membantu penanganan perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai.

"Kemudian terdakwa menyampaikan kepada Bu Lili 'bantulah, bu', kemudian setelah itu, Bu Lili menyampaikan ketemu dengan orang saya di Medan namanya Fahri Aceh," ujar Robin. (OL-1)

Baca Juga

Antara

KPK: Pengembangan Kasus Bansos Masih Tahap Penyelidikan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 19:11 WIB
Jika sebelumnya kasus bansos covid-19 yang diusut KPK terkait suap, kini pengembangannya sudah menyasar pengadaan barang dan...
MI/PANCA SYURKANI

NasDem Ajak Golkar Berkoalisi, Usung Kandidat yang Layak jadi Capres

👤Putra Ananda 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 18:20 WIB
NasDem memberikan tawaran kepada Partai Golkar untuk membentuk koalisi lebih awal yang dilanjutkan dengan tahapan konvensi calon presiden...
MI/Adam Dwi

Istri Bupati Musi Banyuasin Dicecar Soal Penghasilan Suaminya

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 18:14 WIB
Erini Mutia Yufada, istri Bupati Musi Banyuasin nonaktif, menjadi saksi dalam kasus suap yang menjerat suaminya. Penyidik turut mendalami...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya