Kamis 17 Juni 2021, 17:15 WIB

Ini Dua Skenario Pemulangan Buron Adelin Lis

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Ini Dua Skenario Pemulangan Buron Adelin Lis

Antara
Tersangka pelaku pembalakan liar Adelin Lis saat mendengarkan pembacaan tuntutan JPU pada 2007 lalu.

 

JAKSA Agung Sanitiar Burhanuddin masih melakukan komunikasi intensif dengan pihak KBRI Singapura terakit pemulangan terpidana kasus korupsi dan pembalakan liar, Adelin Lis. 

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jaksa Agung mempersiapkan dua skenario pemulangan buronan selama 13 tahun tersebut. "Skenario yang pertama, kita lakukan penjemputan dengan melakukan penyewaan pesawat charter," ungkap Leonard di Jakarta, Kamis (17/6).

Lalu, skenario kedua adalah pengembalian melalui pesawat komersial dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Adapun dua skenario itu disiapkan sejak Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo mengirim surat kepada Burhanuddin pada 4 Juni 2021.

Baca juga: Indonesia Desak Singapura Kooperatif Terkait Deportasi Adelin Lis

Leonard mengatakan waktu penjemputan Adelin dijadwalkan sekitar 14-20 Juni 2021. Namun, upaya tersebut mendapat ganjalan. Sebab, anak Adelin melalui kantor pengacara Parameshwara & Partners di Medan menyurati Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada 16 Juni kemarin.

"Dengan memohon agar Adelin Lis diizinkan untuk pulang sendiri ke Medan dan akan datang ke Kejaksaan Negeri Medan," tutur Leonard.

Korps Adhyaksa berkukuh agar Adelin mendarat ke Jakarta, dengan pertimbangan seorang buronan kejaksaan yang berisiko tinggi. Upaya lain yang sejauh ini dilakukan oleh Jaksa Agung adalah meminta Dubes RI di Singapura untuk menahan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) milik Adelin. 

Baca juga: Kejaksaan Tangkap Buronan yang Rugikan Negara Rp1,4 Triliun

Leonard menyebut bahwa Burhanuddin meminta pihak KBRI agar tidak menyerahkan SPLP ke pihak Adelin maupun otoritas imigrasi Singapura. "Sebelum dapat kepastian mengenai penjemputan dan jaminan keamanan, yang memenuhi kelayakan pemulangan buronan kejaksaan berisiko tinggi," pungkasnya.

Dalam kasus korupsi dan pembalakan liar, Adelin yang merupakan Direktur PT Keang Nam Development Indonesia telah divonis pidana penjara 10 tahun oleh Mahkamah Agung pada 2008. Selain itu, dia juga didenda Rp1 miliar dan pidana uang pengganti sebanyak Rp119,8 miliar, serta dana reboisasi US$2,938 juta.

Adelin kabur dari Indonesia sejak November 2007. Pada 2018, dia ditangkap oleh otoritas Singapura atas kasus pemalsuan paspor. Pengadilan Singapura kemudian menghukumnya dengan denda Sing$14 ribu dan dideportasi.(OL-11)
 

Baca Juga

DOK Golkar.

Ingin Berjaya kembali, Golkar Berupaya Airlangga Menjadi Presiden 2024

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 15:42 WIB
Golkar menjajaki koalisi dengan partai-partai yang tokohnya pernah di Golkar seperti Nasdem besutan Surya Paloh dan Gerindra besutan...
Dok MI

Komisi III DPR Desak Tindak Tegas Dugaan Bisnis Narkoba di Lapas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 14:45 WIB
Karena dugaan bisnis kotor ini bukan hal baru, bahkan sudah berjalan cukup lama dan hampir terjadi di setiap...
MI/Adam

Wapres Tinjau GKI di Tanah Papua

👤 Indriyani Astuti 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 14:03 WIB
Wapres mengapresiasi dan memberikan ucapan terima kasih kepada pengurus GKI Jemaat Pniel Jayapura yang telah berkontribusi dalam melakukan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya