Senin 24 Mei 2021, 15:47 WIB

Cegah Aktivitas Ilegal, RI-Australia Gelar Patroli Maritim

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Cegah Aktivitas Ilegal, RI-Australia Gelar Patroli Maritim

AFP
Ilustrasi kapal militer Australia yang bersandar di pelabuhan New South Wales.

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama The Australian Border Force (ABF), Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Australian Fisheries Management Authority (AFMA) melaksanakan patroli terkoordinasi di wilayah perbatasan maritim Indonesia-Australia.

Kegiatan patroli bernama Operation Gannet 5 ini merupakan yang kelima kalinya. Tujuan utama patroli ialah mendeteksi, menangkal dan menangani berbagai aktivitas ilegal di laut. Fokus utama pada operasi kali ini termasuk IUU Fishing, penyelundupan manusia dan perdagangan orang, serta kejahatan antarnegara yang terorganisir.

“Pandemi covid-19 tidak berdampak pada kerja sama. Kemampuan kedua negara dalam mengoordinasikan upaya pengamanan perairan dapat dilihat melalui tercapainya Operation Gannet 5," ujar Kepala Bakamla Laksamana Madya A’an Kurnia dalam keterangan pers KKP, Senin (24/5).

Baca juga: KKP: Kegiatan Ekonomi di Laut Harus Ramah Lingkungan

Adapun fokus geografis utama pada operasi kali ini adalah wilayah timur Indonesia, yang berbatasan dengan Australia. Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Antam Novambar menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi dengan Australia dalam kerangka kerja Forum Pengawasan Perikanan Indonesia-Australia

"Meskipun patroli ini dilaksanakan dalam situasi pandemi, kami tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan petunjuk pencegahan covid-19," jelas Antam.

Rangkaian kegiatan Gannet 5 sudah dimulai sejak Maret 2021. Kegiatan diawali dengan workshop tentang Maritime Domain Awareness yang diikuti oleh K/L terkait. Dalam operasi ini, pihak PSDKP mengerahkan Kapal Patroli (KP) Orca 4, KP. Hiu 14, beserta dengan pesawat pengawas udara. 

Sebagai tambahan fokus operasi selain IUU Fishing, operasi kali ini juga menargetkan penangkapan ikan dengan rumpon (Fish Aggregation Devices/FADs) di perbatasan Indonesia-Australia. Bakamla akan mengerahkan Kapal Negara (KN) Tanjung Datu–301, dengan Kolonel Bakamla Arif Rahman selaku Komandan.

Baca juga: Australia Belum Masuk Daftar Koridor Perjalanan RI

Kapal tersebut dilengkapi dengan senjata mesin berat kaliber 12,7 mm dan senjata ringan personel DSAR-15P kaliber 5,56. Personel dari Markas Besar Bakamla juga akan mendukung operasi melalui informasi yang diberikan Indonesia Maritime Information Centre (IMIC).

Sementara itu, pihak ABF mengerahkan Australian Border Force Cutter (ABFC)/Kapal Patroli Cape Nelson, beserta dengan dua pesawat yang melakukan pengawasan udara selama operasi berlangsung. Personel AFMA yang mengawaki pesawat udara tersebut mendukung kegiatan pengawasan perikanan, serta memantau berjalannya kegiatan.

Rear Admiral Mark Hill selaku Commander for Maritime Border Command Australia menyatakan operasi ini akan meningkatkan keamanan nasional. “Australia selalu waspada dalam menghadapi ancaman di wilayah maritim. Namun, fokus operasi kali ini merupakan contoh ancaman yang dihadapi bersama," tutur Hill. (OL-11)

 

Baca Juga

Antara

Wapres: Perppu Cipta Kerja Masih Relevan untuk Diberlakukan

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 07 Februari 2023, 23:41 WIB
Dirinya menyerahkan kepada para ahli hukum untuk menyelesaikan polemik keluarnya Perppu Cipta Kerja...
Antara

PKS Kunjungi Golkar, Ahmad Doli: Rumah Kami Rumah Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 22:28 WIB
Saat ini, Golkar telah bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan PKS yang tengah membangun Koalisi...
Antara

DPR Harap Megawati Turun Gunung Atasi Masalah BRIN

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 07 Februari 2023, 22:14 WIB
Diketahui, Komisi VII DPR merekomendasikan pemberhentian Ketua BRIN Laksana Tri Handoko, karena dianggap gagal menjalankan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya