Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKSA Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Ali Mukartono membenarkan pertemuan dirinya dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, Ali membantah pertemuan tersebut membahas kerugian keuangan negara dalam kasus rasuah di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).
"Enggak bahas masalah ASABRI, diskusi yang lain," kata Ali, Jumat (21/5) malam.
Menurutnya, pengumuman akhir kerugian dalam kasus ASABRI akan disampaikan oleh BPK dalam waktu dekat. Ali juga telah menargetkan BPK untuk menyerahkan laporan itu sebelum masa tahanan para tersangka habis pada pekan depan.
"(Dari) saya batasnya masa penahanan kan, sebelum masa penahanan, kita harapkan sudah selesai. Masih minggu depan," jelasnya.
Sebelumnya, rencana pertemuan pejabat Gedung Bundar dengan BPK dalam rangka membahas perhitungan kerugian ASABRI disampaikan oleh Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah.
Pada Rabu (19/5) lalu, ia mengatakan kerugian ASABRI yang dihitung BPK adalah Rp22 triliun. Artinya, ada penurunan Rp1 triliun jika dibanding perhitungan awal saat Kejagung mengumumkan para tersangka di awal Februari 2021, yaitu Rp23,739 triliun.
Baca juga: Kejagung Beri Sinyal Tersangka Baru Asabri
Kendati demikian, Febrie mengatakan angka tersebut belum bersifat final. Saat itu Febrie menyebut ia dan Ali akan memastikan pengurangan kerugian negara itu pada Jumat (21/5). Saat ditemui kemarin, Febrie enggan menjawab pertanyaan dari awak media.
Media Indonesia sudah mengonfirmasi Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengenai hasil kerugian kasus ASABRI. Namun sampai berita ini ditulis, belum ada balasan dari Agung.
Perhitungan ulang kerugian negara tersebut dilakukan pada pertengahan Maret lalu. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebut hal itu sebagai tahapan baru dari penyidikan rasuah di perusahaan pelat merah tersebut.
Dalam rangka menghitung ulang kerugian, audit BPK dan penyidik Kejagung mengklarifikasi dan menginventarisasi data terkait aktivitas pengelolaan keuangan dan investasi ASABRI. Diketahui, penyimpangan dalam mengelola keuangan dan dana investasi diduga menjadi faktor korupsi di ASABRI.
"Klarifikasi yang akan dilakukan terhadap para saksi dan para tersangka dilaksanakan untuk menemukan dan menghitung kerugian keuangan negara yang terjadi akibat perbuatan yang diduga melawan hukum dalam perkara tersebut," terang Leonard, Selasa (16/3).
Sebanyak sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, di antaranya dua mantan Direktur Utama ASABRI, yakni Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.
Selain itu, ada pula nama Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dalam daftar tersangka yang sebelumnya pernah menjadi terdakwa dalam megakorupsi di Jiwasraya.
Lima tersangka lainnya adalah Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan ASABRI Bachtiar Effendi, mantan Direktur ASABRI Hari Setiono, mantan Kepala Divisi Investasi ASABRI Ilham W Siregar, dan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo. (OL-4)
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
KPK tak kunjung menahan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji Tahun 2023-2024. Kerugian negara Masih diperiksa oleh BPK
Laporan masyarakat akan dianalisis secara mendalam.
Juru bicara Gus Yaqut, Anna Hasbie, mengungkapkan pembagian kuota Haji Tambahan 2024 harus dilihat secara utuh. Hal itu pula yang mendasari penerbitan Buku Putih Kuota Haji Tambahan 2024.
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
KPK mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menghindari celah hukum dalam proses penyidikan kelak.
Asabri berhasil mendapatkan Peringkat Ke-2 BUMN dengan Kategori Volume Belanja Terbesar ke Seller Rekomendasi pada ajang PaDi Business Forum & Showcase 2025.
PT Asabri (Persero) bergerak cepat dalam mendampingi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra dengan mengirimkan bantuan untuk warga yang terdampak.
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, PT Asabri (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan seluruh peserta secara berkelanjutan.
Partisipasi Asabri dalam program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Empat novum yang diajukan itu di antaranya laporan keuangan, risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mutasi rekening bank, serta dokumen pembagian dividen.
PT Asabri (Persero), mendukung realisasi visi Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perseroan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved