Kamis 06 Mei 2021, 19:00 WIB

Eks Bupati Talaud Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Eks Bupati Talaud Ajukan Praperadilan, KPK Siap Hadapi

MI/Pius Erlangga
Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip, yang terjerat kasus suap proyek revitalisasi pasar.

 

MANTAN Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip mengajukan praperadilan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena kembali ditahan setelah bebas. 

Lembaga antirasuah menyatakan siap menghadapi gugatan tersebut. Serta, menegaskan bahwa penahanan kembali Sri Wahyumi sesuai ketentuan.

"KPK tentu siap hadapi permohonan praperadilan dimaksud. Kami yakin seluruh proses penyidikan, penangkapan, maupun penahanan terhadap yang bersangkutan sesuai mekanisme aturan hukum yang berlaku," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (6/5).

Baca juga: Mantan Bupati Talaud tidak Terima Ditahan Lagi oleh KPK

Sejauh ini, KPK belum menerima pemberitahuan mengenai gugatan yang diajukan Sri Wahyumi. Jika sudah mendapat informasi resmi, KPK segera menyusun jawaban untuk disampaikan di persidangan praperadilan.

Adapun gugatan yang dilayangkan Sri Wahyumi terdaftar dengan nomor perkara 51/Pid.Pra/2021/PN JKT.SEL. Gugatan itu didaftarkan pada Rabu (5/5) kemarin. Dalam gugatannya, Sri menyebut tindakan KPK menangkap dan menahan karena dugaan tindak pidana korupsi, tidak sah dan tidak berdasarkan ketentuan hukum.

Baca juga: Eks Bupati Talaud Diduga Terima Gratifikasi Rp9,5 Miliar

Perintah penangkapan dan penahanan dinilai tidak mempunyai kekuatan mengikat. Sehingga, Sri meminta pengadilan membebaskannya. Diketahui, KPK kembali menahan Sri pada 29 April lalu. Dia ditetapkan tersangka dugaan penerimaan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di Talaud 2014-2017 dan diduga menerima uang Rp9,5 miliar.

Sehari sebelum penahanan, Sri baru bebas dari Lapas Wanita Klas II-A Tangerang. Sebelumnya, dia menjalani hukuman dua tahun penjara terkait kasus suap proyek revitalisasi Pasar Beo dan Pasar Lirung di Kabupaten Talaud pada 2019.

KPK mejelaskan bahwa perkara baru itu merupakan pengembangan kasus suap revitalisasi pasar sebelumnya. Untuk kasus baru, peningkatan status perkara ke tahap penyidikan sudah sejak September 2020.(OL-11)

Baca Juga

freepik.com

Polisi Amankan Delapan Orang Diduga Penganut Aliran Sesat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 21:55 WIB
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung mengamankan delapan orang yang diduga membuka pusat pendidikan agama dengan aliran...
Dok. Puspenkum Kejagung

Ferarri Sitaan Kasus ASABRI Laku Rp6,3 Miliar

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 24 Juni 2021, 19:26 WIB
Mobil yang disita dari tersangka Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat itu laku Rp6,378 miliar. Dalam pelelangan yang dilakukan...
Antara

KPK Eksekusi Mantan Dirut PT DI ke Lapas Sukamiskin

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 24 Juni 2021, 19:01 WIB
Berdasarkan putusan pengadilan, Budi Santoso juga dikenai hukuman uang pengganti senilai Rp2 miliar sesuai jumlah uang yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Talenta Muda Curi Perhatian

PIALA Eropa 2020 dipastikan telah menjadi ajang kemunculan pemain-pemain muda yang punya kemampuan mengejutkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya