Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH pemerintah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai kelompok teroris sudah sangat tepat. Pelabelan "teroris" memberikan justifikasi yang legitimate bagi setiap komponen bangsa untuk menyikapi organisasi teroris itu sebagai musuh bersama yang harus diberantas secara cepat, tegas, terukur, tuntas.
Demikian disampaikan pakar psikologi forensik Reza Indragiri Ariel dalam percakapan melalui whatsapp dengan Media Indonesia, Kamis (29/4). Reza mengisahkan, sekitar dua atau tiga tahun lalu, dalam perbincangan di salah satu TV lokal di Jakarta, dirinya sempat ajukan pertanyaan ke seorang pejabat BNPT: apakah terorisme semata-mata berkaitan dengan agama? Dia menjawab, tidak. Bahkan pejabat tersebut katakan, ada yang lebih berbahaya, yaitu separatisme.
"Lalu saya tanya lagi, apakah separatisme sebagai terorisme yang lebih berbahaya itu juga dicakup dalam UU Pemberantasan Terorisme. Dia katakan tidak (saat itu)," ungkap Reza yang juga mantan Ketua Delegasi Indonesia pada Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia ini.
Kini, hari ini Pemerintah resmi menyebut KKB di Papua sebagai kelompok teroris. Dia mengaku, sebagaimana isi hatinya pada dialog di stasiun TV itu, tentu mendukung sikap Pemerintah. "Bagi saya, KKB di Papua itu tepat dikategori sebagai Nationalist Dissident Terrorism yang--paling tidak--beroperasi secara lokal," tegasnya.
Menurut dia, memang sejenak muncul kesan bahwa naik kelasnya KKB di Papua menjadi kelompok teroris merupakan dampak kegagalan Pemerintah dalam meredam beranak-pinaknya perilaku kekerasan masif kelompok tersebut. Kegagalan itu berakibat KKB semakin mengandalkan aksi-aksi brutal, termasuk ke warga sipil, sebagai modus pergerakan mereka. Juga terkesan bertambah satu lagi musuh negara. Musuh berupa kelompok terorganisasi.
"Tapi dicermati lebih jauh, muncul persepsi berbeda. Ketika mereka masih disebut sebagai KKB, maka aksi mereka tak ubahnya kriminal biasa. Pemikiran yang muncul, cukuplah kriminal dihadapi oleh polisi. Betapa pun tindak kriminalitas harus dilawan, namun karena saya bukan korban atau sasaran si kriminal, maka saya merasa KKB bukan pihak yang harus juga saya lawan secara langsung," urainya.
Baca Juga: Pelabelan KKB sebagai Teroris Tidak Tepat
Kini berbeda posisinya. "Terhitung sejak hari ini, pelabelan "teroris" memberikan justifikasi yang legitimate bagi setiap komponen bangsa untuk menyikapi organisasi teroris itu sebagai musuh bersama yang harus diberantas secara cepat, tegas, terukur, tuntas," ujar Reza.
Satu hal yang juga perlu diantisipasi, menurut Reza, adalah manuver tokoh di Jakarta. Berbagai stigma dan narasi yang gencar dikonstruksikan pada waktu-waktu sebelumnya mengarah ke pencitraan bahwa Pemerintah tengah melancarkan state terrorism terhadap masyarakat Papua.
"Hari ini, yang bersangkutan menggunakan cara lain. Ia melontarkan counter narrative dengan membangun framing "negara versus teroris" sebagai "Islam versus Kristen". Apakah counter narrative sedemikian rupa merupakan bentuk penghasutan yang dapat mengondisikan terjadinya pertikaian horizontal?," ujarnya.
Menurutnya, kini sah sudah. Medan perang melawan kelompok teror tidak hanya berlangsung di daratan. "Patroli udara (baca: dunia virtual, internet, media sosial, aplikasi pesan singkat) juga perlu digencarkan," tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: KKB Dicap Teroris, Gubernur Papua: Stigmatisasi Negatif
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
Papua merupakan tanah yang sarat dengan nilai-nilai kedamaian
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
SATGAS Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo berhasil menangkap Iron Heluka, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan dirinya Kodap XVI Yahukimo berikut kronologinya
SATGAS Operasi Damai Cartenz bersama Polres Keerom menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) Maam Taplo, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel, pada Sabtu (22/11)
Faizal menyebut doktrin KKB terhadap para generasi milenial, merupakan masalah serius. Terlebih, regenerasi anggota KKB telah terjadi dan kerap beroperasi di lima kabupaten.
KEPOLISIAN bersama TNI tengah berupaya mengevakuasi pendulang emas yang selamat dari amukan diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
SEBANYAK 11 warga sipil pendulang emas dikabarkan menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Mereka diduga kuat tewas akibat ditembak oleh KKB Papua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved