Jumat 09 April 2021, 09:29 WIB

Fraksi NasDem Bakal Tindak Lanjuti Pemotongan Dana Pensiunan BUMN

Anggitondi Martaon | Politik dan Hukum
Fraksi NasDem Bakal Tindak Lanjuti Pemotongan Dana Pensiunan BUMN

MI/PIUS ERLANGGA
Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi NasDem Martin Manurung

 

FRAKSI NasDem DPR RI bakal menindaklanjuti pemotongan pensiunan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terjadi di PT Jiwasraya (Persero). Pemotongan dilakukan melalui restrukturisasi usai perusahaan asuransi pelat merah itu dihantam kasus korupsi.

"Akan mempelajari data-data yang masuk di Jiwasraya terutama dana pensiun para pegawai BUMN tersebut," kata Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi NasDem Martin Manurung dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4).

Dia mengkritik kebijakan tersebut. Pemotongan dana pensiun tidak boleh dilakukan.

"Jangan dipotong dong dana pensiun, itu tidak manusiawi," ujar dia.

Baca juga: DPR Dorong Sinergi BUMN Bisa Berjalan Maksimal

Kritik serupa disampaikan anggota Komisi VI dari Fraksi NasDem Nyat Kadir. Dia menilai kebijakan tersebut tidak wajar.

Berdasarkan laporan Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya (FPBNJ), pemotongan dana pensiunan yang diperoleh sebesar 74%. Sehingga, nilai yang diperoleh semakin kecil.

"Dana pensiun masa dari sejuta rupiah, setelah restrukturisasi bisa jadi Rp200 ribu. Mau beli apa? Untuk swab antigen aja mereka tidak bisa," kecam Nyat Kadir.

Dia menyebutkan permasalahan ini bakal ditindaklanjuti. Fraksi NasDem di Komisi VI bakal mengajukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Jiwasraya, nasabah, dan stakeholder.

"Kita akan sampaikan kepada Ketua Komisi VI DPR RI untuk diadakan RDP," ujar dia.

Sementara itu, Ketua FPBNJ Syahrul Tahir mengusulkan kepada Fraksi NasDem agar tenggat waktu penerapan persetujuan restrukturisasi polis pensiunan dapat diundur. Jika perlu, polis anuitas pensiunan dikecualikan dari program restrukturisasi.

"Sehingga tidak ada risiko finansial yang berlebihan yang dibebankan kepada peserta pensiunan," kata Syahrul. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Ini Profil Stepanus Robin, Penyidik KPK yang Terjerat Skandal Suap

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 23 April 2021, 06:05 WIB
Penyidik KPK asal kepolisian itu disangkakan menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebesar Rp1,3 miliar dengan modus...
Youtube Joseph Paul Zhang

Soal Jozeph Paul Zhang, Bareskrim belum Kirim Penyidik ke Jerman

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 23 April 2021, 05:30 WIB
Rusdi beralasan pihak kepolisian memiliki atase yang berada di KBRI Berlin, Jerman, untuk membantu proses...
Antara/Dhemas Reviyanto

Skandal Suap Penyidik, KPK Dalami Peran Aziz Syamsuddin

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 23 April 2021, 05:15 WIB
"Kami sudah mencatat temuan ini dan ini tugas KPK untuk mengungkap yang sesungguhnya apa yang dilakukan setiap orang dalam pertemuan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perburuan Gelar belum Usai

 Ancaman diskualifikasi dihindari karena tim yang tersisa urung ikut Liga Super Eropa

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya