Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menyatakan prioritas vaksinasi saat ini untuk kelompok lansia lantaran risiko besar kematian jika terpapar covid-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan prioritas itu ditegaskan pemerintah karena suplai vaksin untuk saat ini terbatas.
"Kita arahkan agar disuntikkan terutama untuk para lansia dulu. Kalau ada jatah sisanya kita suntikkan ke guru karena memang rencananya semua guru akan divaksinasi sampai Juni, supaya Juli kita mulai bertahap bisa kita buka pembelajaran tatap muka," kata Budi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/4).
Dia mengatakan keterbatasan suplai vaksin terjadi karena negara-negara produsen vaksin mengalami gelombang ketiga wabah korona. Vaksin yang diproduksi di negara-negara yang kasusnya melonjak itu kemudian diprioritaskan untuk keperluan dalam negerinya.
Budi mengatakan keterbatasan suplai vaksin tak hanya dialami Indonesia tapi juga negara-negara lain. Dia mengatakan pemerintah tengah bernegosiasi dengan produsen agar pada Mei mendatang suplainya bisa lancar kembali.
Baca juga: Wapres: Layanan Satu Atap untuk Industri Halal
"Ini memengaruhi ratusan negara di dunia, termasuk Indonesia. Jumlah vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau totalnya dua bulan 30 juta dosis, kita hanya bisa dapat 20 juta dosis atau dua pertiganya," kata Budi.
Berkurangnya pasokan tersebut, imbuh Menkes, juga akan mempengaruhi laju vaksinasi di Tanah Air. Dia mengatakan vaksinasi akan diatur kembali sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya.
Per 4 April, penyuntikan vaksin covid-19 yang dilakukan pemerintah mencapai 12,7 juta untuk suntikan pertama dan kedua. Jika dibandingkan dengan posisi minggu lalu yang berada di kisaran 10 juta vaksinasi, ada kenaikan sekitar 2,5 juta dosis yang sudah divaksinasi per minggu.(OL-4)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved