Rabu 03 Maret 2021, 18:19 WIB

Para Korban Mafia Tanah Lapor ke Bareskrim

Yakub P. Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Para Korban Mafia Tanah Lapor ke Bareskrim

dok.FKMTI
Para korban mafia tanah didampingi Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) lapor ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/3)

 

DIDAMPINGI Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI), sejumlah korban mafia tanah, mendatangi Bareskrim Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/3) siang. Mereka memohon Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo serius memberantas mafia tanah hingga beking-bekingnya.

"Saya mewakili 600 KK di wilayah Kirai, berharap Bapak Kapolri yang baru, bisa membantu kami. Kami ingin mengurus sertifikat tanah, tapi nyatanya di situ udah ada sertifikat atas nama orang lain yang kita sendiri tidak kenal. Padahal selama 35 tahun tinggal di situ, bikin sertifikat tidak bisa," ujar Santoso, perwakilan warga Kirai, Cipete Utara, Kebayoran Baru.

"Ketika ada Program PTSL, kami berusama mengajukan pembuatan sertifikat. Namun menurut BPN (Badan Pertanahan Nasional), kami kurang berkas. Tapi tak dijelaskan kurang berkasnya apa, sampai sekarang. Padahal pengukuran sudah dilakukan. Sampai sekarang kami belum juga memiliki sertifikat," tambahnya seraya menyebutkan luas tanah di Kirai yang dipersoalkan mencapai 5,6 hektar atau terdiri dari 3 RW.

Warga lain yang melaporkan persoalan tanahnya antara lain Zubaidah, Edi Kartono, dan Sutarman Rusli.

Pada kesempatan tersebut Ketua FKMTI, Supardi Kendi Budiarjo memberi dukungan penuh kepada Kapolri untuk mengusut tuntas kasus mafia tanah. Dia berharap Kapolri mengajak audiensi FKMTI dan perwakilan korban mafia tanah. Melalui audiensi tersebut, nantinya FKMTI akan menyerahkan data yang dimiliki oleh para korban mafia tanah.

"Kami yang tergabung dalam FKMTI, jumlahnya ribuan orang, termasuk saya. Kami adalah korban dari mafia tanah. Kedatangan kami hari ini adalah menyampaikan surat dukungan kepada Pak Kapolri, sehubungan dengan perintah Presiden Jokowi untuk memberantas mafia tanah sampai dengan beking-bekingnya. Pak Kapolri jangan ragu, FKMTI siap mendukung Bapak, kami memiliki data, kami korban langsung," tegas Budiarjo.

Sebagai korban, lanjutnya, Budiarjo paham betul pola perampasan tanah yang dilakukan oleh para mafia tanah. Dia juga mengetahui betul siapa saja yang terlibat atau oknum-oknum di dalamnya.

Sebelumnya Sekjen FKMTI, Agus Muldya menantang adu data secara live di televisi untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah terkait masalah pertanahan yang telah menyengsarakan banyak orang di Tanah Air.

Sementara itu Kapolri dalam keterangan tertulis meminta jajarannya menindak secara tegas para mafia tanah. Kapolri menuturkan permasalahan mafia tanah menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian khusus Bapak Presiden, dan saya diperintahkan Bapak Presiden untuk usut tuntas masalah mafia tanah," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Kamis (18/2).

Sigit meminta jajarannya tak ragu mengusut tuntas praktik mafia tanah. Dia meminta Polri mengambil peran dalam membela hak para korban mafia tanah.

"Saya perintahkan untuk seluruh anggota di seluruh jajaran untuk tidak ragu-ragu dan usut tuntas masalah mafia tanah, kembalikan hak masyarakat, bela hak rakyat tegakkan hukum secara tegas," tegas Sigit.

Sigit menekankan lagi agar jajaran tak khawatir memberantas mafia tanah, siapa pun orang besar di belakang para mafia tanah itu. Dia menyebut pemberantasan mafia tanah masuk program Presisi Polri. (OL-13)

Baca Juga: Mafia Tanah Pakai Buzzer, Kementerian ATR Gandeng Polri

Baca Juga

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung untuk Ukur Ilmu dan Keahlian

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 15 April 2021, 09:09 WIB
Tujuan seleksi kualitas antara lain mengukur penguasaan keilmuan dan keahlian CHA, terutama terkait kompetensi teknis yang dibutuhkan dalam...
MI/M IRFAN

Sidang Perdana Edhy Prabowo Digelar Hari Ini

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 15 April 2021, 08:19 WIB
"Dijadwalkan sidang perdana terdakwa Edhy Prabowo dan kawan-kawan dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU)...
Dok Pribadi

Jelang Reshuffle Butuh Menteri Cekatan, Responsif dan Inovatif

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 15 April 2021, 07:04 WIB
Dalam situasi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, pemerintah membutuhkan kementerian yang cekatan, responsif dan inovatif dalam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya