Sabtu 20 Februari 2021, 12:34 WIB

Jokowi Buka Wacana Revisi UU ITE, LBHI: Kabar Baik

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Jokowi Buka Wacana Revisi UU ITE, LBHI: Kabar Baik

MI/Duta
Ilustrasi UU ITE

 

YAYASAN Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengapresiasi wacana yang digulirkan Presiden Jokowi untuk mengubah Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal multitafsir dalam regulasi ini harus diubah demi keadilan.

"Kami kaget sekali Pak Jokowi mendorong revisi UU ITE. Ini kabar baik bagi masyarakat sipil," ujar Ketua YLBHI Bidang Advokasi Muhammad Isnur pada diskusi bertajuk UU ITE Bukan Revisi Basa Basi, Sabtu (20/2).

Pada kesempatan itu hadir pula selaku narasumber Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Achmad Baidowi, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Henri Subiakto, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Imelda Sari dan Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha.

Isnur mengatakan wacana yang digulirkan Presiden Jokowi patut ditindaklanjuti oleh bawahannya juga DPR. Pasalnya, masyarakat sangat mengharapkan regulasi ini diubah.

"Namun kami masih bertanya soal keseriusannya. Kami berusaha mendorong pemerintah melihat dampak pasal-pasal di UU ITE," ungkapnya.

Baca juga: Soal Revisi UU ITE, Mahfud MD Bentuk Dua Tim Kajian

Menurut dia, YLBHI selalu mendapatkan laporan dan permohonan pendampingan dari masyarakat yang disinyalir melanggar pasal karet dalam regulasi ini, Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2).

"Kami sehari-hari menerima laporan dan permintaan bantuan mengenai pasal yang kerap dikeluhkan itu. Para pihak yang enggan dikritik kerap membungkam yang kritis dengan pasal dalam UU ITE itu. Maka kami menilai pasal itu multitafsir yang luar biasa," paparnya.

Isnur menjelaskan pasal karet harus menjadi fokus utama pembenahan UU ITE. Tujuannya guna melindungi kebebasan berpendapat yang merupakan bagian dari keberlangsungan demokrasi.

"Salah satu indikator mutu demokrasi dilihat dari kebebasan berpendapat. Maka wajar indeks demokrasi kita menurun akhir-akhir ini," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/ Adam Dwi

Komjak Ingatkan Potensi Intervensi Sidang Mafia Tanah

👤Ant 🕔Jumat 05 Maret 2021, 23:00 WIB
Komjak mendorog oknum yang terlibat kasus mafia tanah harus dihukum lebih...
DOK/PANITIA KLB DEMOKRAT

Sekretaris OC KLB Partai Demokrat: Kami Miliki Kepesertaan Legal

👤Media Indonesia 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:50 WIB
Para ketua DPC sudah mengajukan permintaan sebelum KLB...
Antara/Muhammad Ayudha

KPK Sarankan Supervisi Petugas Pajak Dilakukan Bertingkat

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 05 Maret 2021, 21:47 WIB
"Kalau disupervisi ketat, yang namanya oknum bisa ketangkep. Sekarang ini supervisinya lebih lunak, kalau ada yang ketangkep, misalnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya