Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui persepsi masyarakat atas kinerja komisi antirasuah menjadi tantangan yang perlu diperbaiki ke depan. Pasalnya, selama ini masyarakat masih menanggap kinerja KPK semata pada penindakan sedangkan kerja-kerja pencegahan belum dipandang sebagai ukuran.
"Saat ini kerja-kerja KPK masih diukur pada indikator tangkap tangan atau penindakan. Sementara kerja-kerja pencegahan dan pendidikan masyarakat itu masih dirasa kurang menjadi ukuran. Jadi masyarakat masih menunggu kerja KPK dalam bentuk tangkap tangan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers, Selasa (2/2).
Hal itu disampaikan Ghufron menanggapi hasil survei yang dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI). Survei KedaiKOPI yang digelar pada 4-11 Januari lalu menilai KPK baru dianggap berhasil dalam kinerja jika melakukan operasi tangkap tangan (OTT).
Hasil survei KedaiKOPI menunjukkan ada 84%,3 masyarakat menganggap strategi represif sebagai upaya pemberantasan korupsi yang dipersepsikan paling efektif dibandingkan dengan strategi lainnya seperti strategi edukasi (68,8%), dan strategi perbaikan sistem (72%-77,9%).
Penangkapan oleh KPK merupakan strategi yang paling mudah terlihat hasilnya oleh masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Ghufron menyatakan KPK memahami persepsi itu sebagai harapan besar dari masyarakat yang ingin agar koruptor ditindak tegas.
"Kami memahaminya sebagai bagian dari harapan kepada KPK menjadi pembalas kepada koruptor. Harapannya kemudian koruptor ditindak tegas sebagai kegeraman masyarakat kepada koruptor utamanya dalam masa-masa pandemi Covid-19 ini," ujarnya.
Ghufron mengakui akan menjadi tantangan ke depan terkait kinerja KPK lantaran masyarakat menginginkan upaya tegas namun juga berharap berkurangnya korupsi. KPK, ucapnya. terbuka menerima penilaian publik dan akan menindaklanjutinya.
"Masyarakat ingin KPK hadir melakukan penindakan terhadap pelaku koruptor tersebut namun ekspektasi masyarakat juga berharap sebenarnya kerja-kerja KPK untuk meniadakan tindak pidana korupsi," kata Ghufron.
Pendiri Kedai KOPI Hendri Satrio mengatakan OTT memang masih dianggap sebagai langkah yang mencerminkan pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun, jika dibandingkan pilihan OTT atau tidak adanya korupsi sebagai indikator keberhasilan pemberantasan korupsi, pilihan responden terbelah.
"Jadi walaupun OTT masih menjadi cerminan kinerja KPK tapi masyarakat Indonesia ingin sekali pemberantasan korupsi bisa selesai dengan berkurangnya tindakan korupsi," kata Hendri. (Dhk/OL-09)
Masalah dalam kasus ini adalah karena adanya selisih dalam pembayaran iklan BJB ke media masa. Uang yang lebih bukan dikembalikan, namun, malah dijadikan dana non-budgeter.
Buruh merupakan korban dalam kasus ini. Noel cs menarget pekerja untuk memberikan uang demi kekayaan pribadi, dengan memanfaatkan syarat sertifikat K3 dalam bekerja.
Kementerian Haji diharap membuat pelaksanaan ibadah ke Tanah Suci itu menjadi lebih baik.
KPK meyakini Noel menerima aliran dana lebih dari Rp3 miliar dan Motor Ducati. Penyidikan masih berlangsung.
KPK mengategorikan kasus korupsi di LPEI menjadi beberapa klaster. Jika ditotal semua, kerugian negara menyentuh 11 triliun.
Kepala Negara menekankan yang bersangkutan seharusnya mempertimbangkan perasaan keluarga. Terlebih, ketika keluarga harus melihat yang bersangkutan diborgol.
Eks ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, ditangkap atas tuduhan manipulasi saham dan korupsi.
Sebanyak 466 orang ditangkap Polisi Metropolitan London karena ikut aksi mendukung kelompok aktivis pro-Palestina.
Mantan pemain NBA Marcus Morris ditangkap atas tuduhan cek kosong senilai US$265.000 di dua kasino Las Vegas.
Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, kembali ditangkap atas perannya dalam upaya pemberlakuan darurat militer.
Petinju Meksiko Julio Cesar Chaves Jr ditangkap ICE terkait dugaan keterlibatan dengan kartel Sinaloa.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved