Jumat 15 Januari 2021, 16:46 WIB

Penembakan Anggota FPI, Polri masih Tunggu Rekomendasi Komnas HAM

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Penembakan Anggota FPI, Polri masih Tunggu Rekomendasi Komnas HAM

ANTARA/Fakhri Hermansyah
Bareskrim Polri.

 

KEPOLISIAN RI akan menindaklanjuti kasus penyerangan FPI terhadap polisi di KM 50 Jakarta-Cikampek, usai menerima rekomendasi Komnas HAM. Pasalnya, sejauh ini rekomendasi Komnas HAM belum diterima oleh penyidik Bareskrim.

"Saat ini rekomendasi tersebut sudah diserahkan kepada Presiden dengan didampingi oleh Menko Polhukam," ungkap Kabag Penum  Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/1).

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan akan menerima hasil temuan dari penyelidikan Komnas HAM terkait penembakan Laskar FPI oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek.

Hingga kini, Polri masih menunggu Komnas HAM tentang temuan penyelidikan dan investigasi tersebut akan diberikan kepada polisi.

Komnas HAM membeberkan tewasnya empat dari enam anggota laskar FPI itu merupakan pelanggaran HAM. Sebab, keempatnya tewas ketika sudah dalam penguasaan aparat kepolisian.

Karena itu, Komnas HAM merekomendasikan agar kepolisian mengusut kematian empat laskar FPI ke pengadilan pidana. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Luhut Dorong KPK Perkuat Pengawasan Megaproyek Nasional

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 13 April 2021, 20:26 WIB
"KPK ini super sakti. Kalau KPK bisa memainkan peran dengan pas, pencegahan banyak, akan menurunkan korupsi," tandas...
Antara

Anak Buah Benny Tjokro Diperiksa dalam Kasus Asabri

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 20:14 WIB
MH merupkan karyawan di PT Hanson International, tempat Benny menjabat sebagai...
DOK MI.

Mahfud Ajak KPK Gabung di SPPTI

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 13 April 2021, 19:59 WIB
KPK perlu melihat SPPTI yang saat ini sudah tergabung lebih dari 212 kabupaten/kota dalam database penanganan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya