Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Florida Investigasi Penembakan Speedboat AS oleh Penjaga Pantai Kuba

Thalatie K Yani
26/2/2026 05:28
Florida Investigasi Penembakan Speedboat AS oleh Penjaga Pantai Kuba
Ilustrasi(freepik)

Pemerintah negara bagian Florida resmi membuka penyelidikan atas insiden berdarah yang melibatkan penjaga pantai Kuba dan sebuah kapal cepat (speedboat) terdaftar Amerika Serikat. Insiden yang terjadi di perairan Kuba tersebut dilaporkan menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya.

Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, menyatakan telah menginstruksikan Kantor Penuntutan Seluruh Negara Bagian untuk bekerja sama dengan mitra penegak hukum federal dan negara bagian guna memulai investigasi mendalam.

"Pemerintah Kuba tidak dapat dipercaya, dan kami akan melakukan segala daya kami untuk menuntut pertanggungjawaban kaum komunis ini," tegas Uthmeier dalam pernyataan resminya, Rabu (25/02).

Kronologi Kontak Senjata

Kementerian Dalam Negeri Kuba melaporkan bentrokan terjadi sekitar satu mil laut dari Cayo Falcones, Provinsi Villa Clara. Menurut otoritas Havana, penjaga pantai mereka mendekati kapal berbendera Florida tersebut karena dianggap melakukan pergerakan ilegal.

Pihak Kuba mengklaim tembakan pertama dilepaskan dari kapal AS, yang menyebabkan komandan kapal penjaga pantai Kuba terluka. Sebagai balasan, petugas melepaskan tembakan ke arah kapal tersebut.

"Sebagai akibat dari bentrokan tersebut, pada saat laporan ini dibuat, dari pihak asing, empat penyerang tewas dan enam lainnya terluka," ungkap kementerian tersebut.

Hingga saat ini, identitas maupun kewarganegaraan para korban di atas kapal tersebut belum diungkapkan secara resmi.

Latar Belakang Ketegangan dan Perdagangan Manusia

Pemerintah Kuba sering melaporkan adanya gangguan dari kapal cepat asal Amerika Serikat di wilayah perairan mereka, yang biasanya terkait dengan operasi perdagangan manusia atau narkoba. Sepanjang semester pertama tahun 2022 saja, setidaknya 13 kapal cepat dicegat dalam operasi yang digambarkan sebagai penyelundupan manusia.

Insiden terbaru ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang sangat rentan. Kuba saat ini tengah berada di ambang keruntuhan ekonomi akibat blokade minyak dari Amerika Serikat yang telah berlangsung selama satu bulan. Meski demikian, Washington baru-baru ini mulai melunakkan kebijakan tersebut dengan mengizinkan pengiriman minyak dari Venezuela untuk "tujuan komersial dan kemanusiaan."

Langkah pelunakan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di tengah desakan dari para pemimpin Karibia yang mengkhawatirkan dampak kehancuran ekonomi Kuba terhadap stabilitas kawasan. Di sisi lain, bantuan internasional mulai mengalir ke pulau tersebut, termasuk dari Meksiko yang mengirimkan 2.200 ton bantuan serta komitmen dana bantuan dari Kanada.

Penyelidikan yang dipimpin oleh Florida ini diharapkan dapat mengungkap detail kebenaran di balik kontak senjata tersebut, di tengah klaim yang saling bertentangan antara otoritas Kuba dan pemilik kapal di Amerika Serikat. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya