Kamis 07 Januari 2021, 01:35 WIB

Densus 88 Bekuk 20 Teroris, Satu Orang Alami Luka Tembak

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Densus 88 Bekuk 20 Teroris, Satu Orang Alami Luka Tembak

MI/Lina Herlina
Anggota Densus 88 Mabes Polri berjaga seusai penangkapan di Perumahan Villa Mutiara Cluster Biru, Kota Makassar, Sulsel, kemarin.

 

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membekuk 20 teroris yang terafiliasi dengan kelompok Negara Islam (IS) di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan. Dari 20 teroris yang diamankan, petugas menembak mati dua tersangka lantaran melawan dengan menggunakan senjata tajam dan senapan angin saat hendak ditangkap.

Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut teroris lainnya, yakni sebanyak 17 orang berhasil diamankan. Ada pula satu tersangka yang mengalami luka tembakan. “Tersangka I (34) saat ini dibawa dan dirawat di RS Bhayangkara, sementara dua orang meninggal dunia karena pada saat penangkapan keduanya melakukan perlawanan,” ucap Ahmad.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menjelaskan bahwa dua tersangka yang ditembak mati oleh petugas juga terlibat dalam insiden bom bunuh diri gereja di Jolo, Filipina, pada 2019. “Iya benar, t elah dilakukan upaya hukum atau penangkapan terhadap jaring an teror,” papar Argo.

Argo menuturkan, keduanya terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina.

Adapun kedua teroris yang tewas ditembak petugas, yakni Moh Rizaldy (46) dan Sanjai Ajis (23). Keduanya merupakan warga Kota Makassar.

Kedua tersangka, lanjut Argo, merupakan anggota dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah itu. Mereka sudah menyatakan baiat atau kilafat pada 2015 di Pondok Pesantren Aridho yang dipimpin Ustaz Basri. Mereka juga sempat terbang ke Suriah pada 2016.

Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal Merdisyam menambahkan penangkapan dilakukan di Perumahan Villa Mutiara Cluster Biru, Jalan Boulevard, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, kemarin sekitar pukul 06.00 Wita.

“Yang meninggal karena mereka melakukan perlawanan saat akan dilakukan penangkapan. Selain itu, bersama mereka juga diamankan sejumlah senjata tajam berupa parang dan senapan angin PCP, panah, busur, dan beberapa dokumen lainnya.”

Merdisyam menambahkan, jika kelompok tersebut terpusat di lokasi penangkapan yang merupakan rintisan jemaah lain.

Holafa atau IS pada 2015 di Pondok Pesantren Ar Ridho pimpinan Ustad Basri, yang meninggal saat menjalani hukuman di Nusakambangan dalam kasus teror.

“Jaringan ini kemudian juga melakukan kajian khusus di Villa Mutiara dan Pesantren Ar Ridho. Termasuk mereka sempat bermaksud hijrah dan bergabung dengan ISIS di Suriah, tapi berhasil dibatalkan di Bandara Soekarno- Hatta, Jakarta. Termasuk terlibat penggalangan dana untuk pelaku bom bunuh diri di Jolo, Filipina,” tambah Merdisyam. (Ykb/LN/P-1)

Baca Juga

MI/ Duta

Tersangka Ajukan Protes Karena Belum Terima Hasil Gelar Perkara

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:10 WIB
Surat protes itu dilayangkan dengan tembusan surat ke Jaksa Agung, Irwasum, Kompolnas dan Komisi III...
MI/Duta

Kejaksaan Periksa Dubes hingga Polisi Terkait Mafia Tanah Pertamina

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:36 WIB
Kejati DKI Jakarta memeriksa beberapa saksi mulai dari duta besar hingga anggota kepolisian sebagai saksi dalam kasus mafia tanah atas...
Ist

Tangani Pembalakan Liar di Kalteng, Kombes Pol Kurniadi Raih Presisi Award

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 18:45 WIB
Kombes Pol Kurniadi dan timnya mendapatkan penghargaan tersebut karena berhasil menangani perkara pembalakan liar atau illegal logging di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya