Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKSA Agung Sanitiar Burhanuddin menyebutkan pihaknya sudah mengantongi dua calon tersangka pada kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PT ASABRI). “Saya tidak menyebut nama dulu deh. Yang sementara ada dua dulu, yang sama (dengan kasus Jiwasraya). Pasti akan berkembang. Swasta dulu, dan dari direksi nanti pasti ada,” kata Burhanuddin di Gedung Kejagung, Jakarta, kemarin.
Kasus PT ASABRI bermula ketika sahamsaham yang menjadi portofolio ASABRI berguguran sepanjang 2019. Nilai harga saham perusahaan tersebut turun mencapai lebih dari 90% sepanjang tahun itu.
Pada 2019 liabilitas ASABRI tercatat senilai Rp36,94 triliun, sedangkan asetnya senilai Rp30,84 triliun. ASABRI diduga membeli saham gorengan yang mencatatkan potensi kerugian cukup dalam.
Burhanuddin menjelaskan, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian keuangan negara dari kasus itu mencapai Rp17 triliun.
Keputusan untuk menangani kasus dugaan korupsi di tubuh PT ASABRI tersebut terungkap seusai pertemuan Jaksa Agung dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Kasus di ASABRI itu sebelumnya ditangani oleh Bareskrim Polri.
“Kami berdiskusi (dengan Menteri BUMN) tentang penanganan ASABRI dan ke depan memang ASABRI yang akan menanganinya kami,” ungkap Burhanuddin.
Jaksa Agung membantah pihaknya mengambil alih kasus ASABRI dari Polri. Dia mengatakan pihaknya akan menangani kasus itu lantaran ada kemiripan dengan perkara PT Jiwasraya. Kejaksaan nantinya juga akan mengejar aset-aset yang belum terpetakan di kasus ASABRI.
Erick Thohir mengungkapkan pertemuan dengan Jaksa Agung dalam rangka pembenahan perusahaan pelat merah terkait asuran si yang belakangan banyak bermasalah. Koordinasi dengan Kejagung dilakukan lantaran kasus di ASABRI berkaitan dengan kasus Jiwasraya yang juga ditangani Korps Adhyaksa.
Erick mengatakan kasus ASABRI itu juga diduga melibatkan pejabat direksi lama. “Ini memang bagian dari roadmap bagaimana kami merapikan dana-dana pensiun di BUMN yang banyak kasus yang terus terjadi,” ujarnya.
Di sisi lain, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Ali Mukartono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri yang telah lebih dulu melakukan penyelidikan kasus tersebut. Ali mengaku belum mengetahui pasti penanganan kasus itu di Polri.
Usut tuntas
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Krisnadwipayana, Indriyanto Seno Adji, berharap agar Kejaksaan Agung bisa membongkar kasus ASABRI seperti pada kasus Jiwasraya.
Indriyanto mengatakan beberapa kasus di industri asuransi BUMN yang belakangan mengemuka perlu diusut tuntas untuk dimintai pertanggungjawaban atas dugaan penyimpangan yang ada.
“Dengan ditangani kasus ASABRI oleh Kejagung, setidaknya dugaan adanya tindak pidana korupsi yang merupakan awal pembuka ruang bagi perbuatan melawan hukum di bidang asuransi terkait dengan kasus Jiwasraya itu,” kata Indriyanto. (X-11)
Produk ini g dirancang untuk membantu keluarga Indonesia mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga sekaligus perencanaan warisan lintas generasi.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Holding BUMN IFG yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, memperkuat kualitas layanan kepada pemegang polis.
PT Jasaraharja Putera membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025.
Sepanjang 2025, Asuransi Jasindo secara konsisten menggelar berbagai program literasi keuangan dan asuransi di 11 kota di Indonesia.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas konsistensi Hanwha Life dalam melakukan transformasi digital berkelanjutan selama 12 tahun beroperasi di Indonesia.
Pepe menegaskan fokus perusahaan ke depan akan diarahkan pada penguatan fundamental dan pertumbuhan berkelanjutan.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved