Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diharapkan berperan aktif melakukan pengawasan kinerja kepala daerah yang baru saja terpilih agar tercipta tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi.
"Bentuknya, misalnya, dengan mau menjadi pelapor jika melihat adanya praktik korupsi atau penyelewengan di daerahnya. Yang paling banyak praktik korupsi di daerah itu ada tiga sektor, yakni perizinan, pengadaan barang dan jasa, lalu pengisian jabatan publik," ujar peneliti Pusat Kajian Anti-Korupsi UGM Zaenur Rohman ketika dihubungi, kemarin.
Dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu ini, ada 4 pejabat yang ditangkap KPK, 2 di antaranya menteri dan 2 lagi kepala daerah. Masyarakat di 270 daerah yang baru saja menggelar pilkada serentak diminta mengawal kepala daerah terpilih agar terhindar dari kasus korupsi.
Zaenur mengatakan masyarakat sebenarnya sering mendengar praktik korupsi di daerahnya, tetapi sering berakhir dengan keengganan melapor sehingga korupsi terjadi.
"Harus berani lapor jika mencurigai ada tindakan tersebut. Selain itu, masyarakat juga bisa lihat hasil pengadaan barang dan jasanya. Jika hasilnya tidak wajar, masyarakat bisa mengawasi dan melaporkan kepada pihak terkait," ungkapnya.
Ketua Gabungan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa (GPPM) Gibas Resort Cianjur, Asep Irawan, mengatakan pasangan Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin, yang dipastikan memenangi pilkada Cianjur, akan membawa perubahan ke arah lebih baik. Rekam jejak pasangan itu juga terbilang sangat baik.
Namun, Asep mengatakan tetap akan melakukan kontrol sosial untuk mengawal dan memantau program yang dilaksanakan pasangan tersebut.
"Kalau ditemukan ada yang melenceng, kami juga pasti akan mengingatkan," katanya.
Aktivis Jogja Corruption Watch Baharuddin Kamba mengaku pesimistis terhadap agenda pemberantasan korupsi dari paslon pemenang pilkada.
Pasalnya, ia menemukan praktik politik uang masih banyak terjadi dalam proses pilkada di tiga kabupaten di DIY, yaitu Sleman, Gunungkidul, dan Bantul.
''Walau demikian, kami tetap akan terus mengawal agar pemerintahan ke depan bersih dari korupsi," ujarnya. (Sru/BB/AT/X-10)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Peneliti Pusat Studi Antikorupsi menilai maraknya kasus korupsi kepala daerah akibat tak ada efek jera dalam penegakan hukum dan hukuman yang rendah
BUPATI Pekalongan Fadia Arafiq mengaku tak sadar telah melakukan tindak pidana korupsi. Ia mengatakan tak punya pengetahuan soal rasuah lantaran berlatar belakang sebagai penyanyi dangdut.
KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) sebagai tersangka kasus dugaan rasuah pengadaan barang dan jasa outsourcing di wilayahnya. KPK menjelaskan modus yang digunakan Fadia
KPK menilai permohonan praperadilan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak tepat sasaran.
Unsur mens rea sangat krusial dalam membedakan korupsi dari kesalahan administrasi biasa
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus frasa “langsung” dan “tidak langsung” dalam Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) menuai kritik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved