Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I Fraksi Partai NasDem Willy Aditya menyayangkan peristiwa pengeroyokan warga sipil bernama Jusni, 24, oleh 11 oknum anggota TNI di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Willy menilai, pengeroyokan yang berujung pada tewasnya Jusni telah mencoreng institusi TNI. “Sangat disayangkan. Ini mencemarkan reformasi TNI,” kata Willy di Jakarta, kemarin.
Willy menilai, ke-11 pelaku pengeroyokan dari kalangan TNI itu harus dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Willy juga menegaskan diperlukan sanksi tegas agar kejadian penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan mereka tidak kembali berulang.
“Para pelakunya wajib dihukum sesuai ketentuan undang- undang. Keputusan mahkamah militer dengan menjatuhkan hukuman penjara dan pemecatan ialah langkah yang tepat,” ujarnya.
Menurut Willy, ke depan perlu ada evaluasi pengajaran militer di tubuh TNI, khususnya kurikulum korsa. Willy menilai peristiwa pengeroyokan yang kerap terjadi itu memperlihatkan ada permasalahan pada pendidikan para prajurit.
“Peristiwa penganiayaan secara bersama-sama yang kembali berulang ini memperlihatkan adanya masalah dalam ‘kurikulum korsa’ yang menjadi bagian pengajaran di militer,” ungkapnya.
Willy meminta agar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dapat memulai perubahan kurikulum dalam institusi TNI. Selain itu, Willy mengimbau agar dalam pembelajaran memasukkan pemahaman hukum dan HAM bagi para prajurit hingga di tingkat Tamtama.
“Panglima TNI dan KSAD saat ini yang mengenyam banyak pendidikan umum, saya kira bisa memulai perubahan kurikulum pendidikan di institusinya. Setidaknya dengan memasukkan pemahaman hukum dan HAM bagi para prajurit hingga di tingkat Tamtama,” ucap Willy.
Willy berharap agar kejadian serupa dengan kasus Jusni tidak kembali terulang di masa mendatang. Nantinya, dikatakan Willy, Komisi I DPR RI akan meminta penjelasan Pimpinan TNI atas peristiwa tersebut.
Saat ini ke-11 prajurit TNI pelaku pengeroyokan sedang menjalani sidang pembacaan tuntutan oditur militer.
“Komisi I DPR akan meminta penjelasan panglima dan KSAD melalui mekanisme peng awasan DPR, berkenaan dengan kasus ini agar tidak berulang,” katanya. (Uta/P-5)
KPK menyebut Komisi III DPR RI mendukung revisi UU Tipikor sebagai syarat aksesi Indonesia ke OECD, termasuk pengaturan suap pejabat publik asing dan pertanggungjawaban korporasi.
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan dukungannya untuk memperkuat regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Insiden penembakan ini merenggut nyawa pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, mendorong penyusunan roadmap nasional Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terintegrasi.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved