Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita aset yang diduga milik mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.
Kali ini, penyidik komisi antirasuah menyita kebun kelapa sawit diduga milik Nurhadi di Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara. "KPK menyita lahan kebun kelapa sawit dalam perkara tersangka NHD (Nurhadi)," ujar Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (12/8).
Ali mengatakan kebun sawit yang disita tersebar di sejumlah kecamatan di Padang Lawas. Namun, KPK belum merinci jumlah dan luas lahan yang disita. Penyidik juga menyita sejumlah dokumen terkait kepemilikan lahan sawit tersebut.
Baca juga: KPK Panggil 3 Saksi untuk Nurhadi
"Penyitaan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan lahan kelapa sawit yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Padang Lawas. Diduga terkait dengan tersangka NHD (Nurhadi)," imbuh Ali.
Dalam upaya penyitaan itu, KPK bekerja sama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas untuk keperluan pemeriksaan saksi dan pengamanan kegiatan penyitaan.
"Koordinasi dilakukan dalam bentuk peminjaman ruang kerja sebagai tempat pemeriksaan saksi. Juga bantuan pengamanan dari personel Kejaksaan Negeri Padang Lawas," pungkasnya.
Penyitaan kebun sawit itu menambah daftar pengusutan aset-aset yang diduga milik Nurhadi. Sebelumnya, komisi antirasuah sudah menyita vila milik Nurhadi di Kecamatan Megamendung, Bogor. Tidak hanya bangunan vila dan tanah, penyidik turut menyita sejumlah kendaraan mewah.
Baca juga: KPK Telusuri Kepemilikan Barang Mewah Menantu Nurhadi
Selain perkara suap dan gratifikasi, KPK turut membidik Nurhadi dengan pencucian uang. Penyidik masih mengidentifikasi dan mengusut sejumlah aset yang diduga milik Nurhadi. Di antaranya, apartemen di kawasan SCBD Jakarta, perkebunan sawit di Padang Lawas Sumatra Utara dan vila di Bogor.
Dalam kasus itu, KPK menetapkan tiga orang tersangka, yakni Nurhadi beserta menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto.
Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Adapun Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.(OL-11)
Maqdir pun mempertanyakan relevansi keterangan Liyanto, yang dinilai tidak mengetahui secara langsung tujuan pengiriman dana yang dipersoalkan dalam dakwaan.
Terdakwa mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) NurhadiĀ menjalani sidang kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Tipikor.
Sidang kasus korupsi dengan terdakwa Nurhadi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung, kembali berlangsung tegang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Jumat (28/11).
KPK sudah menyita sejumlah aset milik Nurhadi. Barang-barang itu dipakai untuk pembuktian dan pemulihan kerugian negara.
Budi menjelaskan, lahan sawit Nurhadi lebih dulu disita oleh penyidik. Namun, masih dibiarkan beroperasi untuk mencegah pasokan menipis dan sejumlah pihak kehilangan pekerjaan.
Dalam enam bulan, lahan sawit itu mendapatkan keuntungan Rp3 miliar. Kini, hasil keuntungannya disita untuk menjadi barang bukti perkara.
MAHKAMAH Agung (MA) menolak kasasi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara suap kasus MA yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menerapkan pasal pencucian uang dalam kasus suap penanganan perkara yang menjerat Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan.
PENGADILAN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung menggelar sidang putusan terhadap dua penerima suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tak mudah menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan.
SEKRETARIS Mahkamah Agung (MA), Hasbi Hasan, mengajukan gugatan praperadilan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Penyanyi Nindy Ayunda (NA) diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan dugaan menyembunyikan Dito Mahendra, tersangka kepemilikan senjata api ilegal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved