Senin 03 Agustus 2020, 19:26 WIB

KPK Telusuri Kepemilikan Barang Mewah Menantu Nurhadi

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Telusuri Kepemilikan Barang Mewah Menantu Nurhadi

Antara/Nova Wahyudi
Tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi, Rezky Herbiyono, yang merupakan menantu Nurhadi.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi dalam lanjutan penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Penyidik komisi antirasuah mendalami kepemilikan barang mewah menantu Nurhadi yang juga tersangka, yakni Rezky Herbiyono.

"Penyidik menggali pengetahuan saksi-saksi terkait dugaan kepemilikan barang mewah milik tersangka RHE (Rezky Herbiyono). Seperti, tas merek Hermes dan kegiatan operasional money changer sebagai tempat penukaran uang," jelas Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Senin (3/8).

Baca juga: KPK Perpanjang Penahanan Nurhadi

Adapun tiga orang sebagai pihak swasta yang diperiksa penyidik, yakni Mujiono, Abdul Gani dan Sarino. Dalam kasus itu, KPK menetapkan Nurhadi beserta menantunya, Rezky Herbiyono, serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, sebagai tersangka kasus pengurusan perkara di lingkungan MA.

Selama menjabat Sekretaris MA, Nurhadi diduga melakukan perdagangan perkara dan menerima suap serta gratifikasi senilai Rp 46 miliar. Adapun Rezky diduga menjadi perantara suap kepada Nurhadi dalam sejumlah pengurusan perkara perdata, kasasi, dan peninjauan kembali.

Baca juga: KPK Sita Barang Mewah Terkait Kasus Nurhadi

Sementara itu, Hiendra disangkakan sebagai pemberi suap pengurusan perkara perdata. Terkait sangkaan suap pengurusan perkara perdata PT MIT, penyidik juga mendalami dugaan perantara. KPK menduga Nurhadi menggunakan perantara dalam mengurus perkara perdata perusahaan Hiendra Soenjoto.

Menyoroti pendalaman dugaan perantara itu, KPK memeriksa hakim Elang Prakoso Wibowo sebagai saksi pada pekan lalu. Sebelumnya, KPK menengarai dua dugaan penerimaan suap kepada Nurhadi dari Hiendra terkait pengurusan perkara.

Pertama, pengurusan perkara perdata PT MIT melawan Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Pada awal 2015, tersangka Rezky diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT untuk mengurus perkara PK atas putusan Kasasi Nomor 2570 K/Pdt/2012. Itu terkait sengketa PT MIT dan PT KBN. Dalam perkara itu, PT MTI kemudian kalah. Sembilan lembar cek yang pernah diberikan juga dikembalikan.

Baca juga: Kasus Nurhadi, KPK Periksa Sekretaris Pengadilan Agama Medan

Kedua, pengurusan perkara perdata sengketa saham PT MIT. Pada 2015, tersangka Hiendra digugat atas kepemilikan saham PT MIT. Perkara perdata itu kemudian dimenangkan Hiendra mulai dari tingkat pertama dan banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Januari 2016.

Pada periode Juli 2015-Januari 2016, ketika perkara gugatan perdata tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, diduga terdapat pemberian uang kepada Nurhadi melalui Rezky senilai Rp 33,1 miliar.(OL-11)

 

Baca Juga

Dok MI

Pekan Ke-39 2020, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Naik 1,28%

👤Cindy Ang 🕔Rabu 30 September 2020, 08:33 WIB
Jumlah kecelakaan pada minggu ke-39 tercatat sebanyak 1.103 kejadian. Sebanyak 226 orang meninggal, 129 orang luka berat, 1.280 orang luka...
MI/VICKY GUSTIAWAN

Semua Keputusan Pasti Ada Risikonya

👤Fer/X-4 🕔Rabu 30 September 2020, 06:37 WIB
Intervensi yang telah dilakukan terhadap 8 provinsi dan ditambah dua provinsi, yaitu Bali dan Aceh ada peningkatan angka ke sembuhan, itu...
Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/BNPB/Tim Riset MI-NRC

Uji Komando Duo Jenderal

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 30 September 2020, 06:23 WIB
Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya