Jumat 24 Juli 2020, 13:30 WIB

Kasus Maria Pauline Lumowa, Polisi Periksa Saksi Baru

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Kasus Maria Pauline Lumowa, Polisi Periksa Saksi Baru

Antara/Rivan Awal Lingga
Maria Pauline Lumowa

 

Polisi kembali lakukan penyidikan Maria Pauline Lumowa tersangka kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp1,7 triliun via Letter of Credit (L/C) fiktif.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menuturkan bahwa Maria akan dikonfrontir dengan keterangan saksi berinisial AHW soal L/C fiktif. AHW ialah narapidana di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat.

"Terkait pemberian fasilitas kredit, pengajuan kredit hingga pencairannya," ucap Ahmad di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (24/7).

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan bahwa tim penyidik telah memeriksa AHW sebagai saksi untuk Maria di lapas pada Kamis (23/7) silam.

Baca juga: Desak Buka Sita, Pemilik Polis WanaArtha Layangkan Class Action

Saat pemeriksaan, penyidik melemparkan sebanyak 30 pertanyaan kepada AHW. Tim penyidik juga telah memeriksa belasan saksi dan satu ahli pidana korupsi.

"Namun, saksi AHW tidak mau disumpah karena yang bersangkutan ingin hadir langsung nantinya dalam persidangan kasus MPL untuk melakukan perlawanan," ungkap Ahmad.

Keterangan dari saksi atas nama AHW oleh penyidik dianggap menguatkan karena baik Maria dan AHW melakukan perbuatan yang sama.

"Menguatkan penjelasan yang diberikan pada saat yang bersangkutan sebagai tersangka atau terdakwa pada kasus yg sama," ucapnya.

Tim penyidik telah menyita barang bukti dari Maria, yakni paspor dan 28 bundel fotokopi putusan Pengadilan Negeri Jaksel, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dan Mahkamah Agung terhadap 16 tersangka lainnya.

Ada pun tim penyidik menyita satu bundel fotokopi pengakuan utang oleh Maria kepada BNI tertanggal 26 Agustus 2003, satu bundel fotokopi akta penanggungan utang atau personal guarantee dari Maria kepada BNI tanggal 26 Agustus 2003, dan satu bundel fotokopi akta penanggungan utang dari Adrian Herling Waworuntu kepada BNI tanggal 26 Agustus 2003.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka termasuk Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu. Adrian dan 14 orang lainnya telah menjalani hukuman.

Namun, Maria melarikan diri ke luar negeri selama 17 tahun. Penyidik saat ini masih melakukan pencarian dan penyitaan aset Maria Pauline yang kabur ke luar negeri. Penyidik harus segera menuntaskan kasus Maria karena kasus akan kadaluwarsa pada Oktober 2021.

Atas perbuatannya, Maria bakal dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana seumur hidup dan Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 25 Tahun 2003 Tentang TPPU. (OL-14)

 

Baca Juga

Antara/Muhamamd Adimaja

BEM Nusantara Dukung Kapolri Tindak Tegas Bawahan yang Melanggar

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 23:44 WIB
Eko menerangkan upaya Kapolri Jenderal Sigit mengeluarkan TR tersebut menunjukkan komitmen ingin membentuk citra Polri yang humanis dan...
Antara/Reno Esnir

Pakai Rompi Tahanan KPK, Bupati Kuansing Bungkam Ditanay Wartawan 

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 22:09 WIB
Andi enggan memberikan komentar terkait penangkapannya. Dia bahkan tidak meminta maaf usai melakukan tindakan rasuah kepada...
ANTARA

Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap, Bupati Kuansing Tiba di KPK

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 20:07 WIB
Andi Putra saat ini telah berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap izin perkebunan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya