Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem Syarif Abdullah Alkadrie memberi apresiasi atas kinerja kepala desa dalam membangun wilayah. Dana desa telah dialokasikan oleh pemerintah dan memberikan dampak besar dalam pembangunan desa.
“Kalau kita lihat dari keberhasilan desa sampai sekarang ini, karena adanya dana desa tersebut mempercepat pembangunan desa. Artinya kepala desa itu telah bekerja maksimal," kata Syarif Abdullah dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Kamis (16/7).
Syarif meminta Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi untuk meluruskan stigma negatif atas tuduhan penyimpangan dana desa di masyarakat. Menurutnya stigma penyimpangan dana desa dinilai kurang tepat.
“Saya risih juga, padahal hanya sekian persen yang terjadi penyimpangan di aparatur pemerintah desa," ucapnya.
"Sebagian besar desa sudah merasakan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan di desa”, ungkap Politikus Nasdem Dapil Kalbar ini.
Baca juga: KPK-Kemendes Teken MoU Pengawasan Dana Desa
Sebelumnya, pada Rapat Kerja Komisi V dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Komisi V meminta 3 kementerian tersebut untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK RI sambil terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pengawasan internal terhadap kinerja manajemen keuangan dan aset melalui audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya secara lebih ketat dan detail.
Syarif secara khusus menyoroti legalitas hasil laporan BPK sebagai lembaga pengawasan keuangan negara.
“Karena dikeluhkan juga oleh aparatur sebagai perpanjangan tangan bapak di daerah-daerah yang saya dapat, laporan BPK clear tetapi kemudian hari tetap ada persoalan-persoalan," ungkapnya.
Selanjutnya, Syarif menekankan pentingnya pembenahan sistem pengawasan keuangan untuk menghindari pemahaman yang berbeda-beda.
“Supaya sistem yang ada di kita ini, dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada," tuturnya.
Menurutnya, ada juga instansi yang mengaudit dirinya sendiri. Sehingga harus diperbaiki sistemnya.
Dalam Raker tersebut, Syarif juga menyoroti hasil kinerja ULP di Kementerian PUPR yang mendapat banyak keluhan dari pengusaha di lapangan.
“Banyak pengusaha merasa tidak fair, berkaitan dengan proses digugurkanya penawaran," pungkasnya.(OL-5)
KPK mengungkapkan, dugaan pemerasan ini berkaitan dengan rencana pengisian 600 lebih formasi perangkat desa yang tersebar di 21 kecamatan.
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
Program pembangunan pedesaan di Jawa Tengah pada 2026 dipastikan terganggu lantaran dana desa yang bakal diterima anjlok dari Rp1 miliar per desa menjadi Rp300 juta-Rp400 juta.
Sistem pengawasan yang berjalan saat ini sudah maksimal dan sudah dilakukan secara berlapis melalui jejaring Kemendagri dan perangkat daerah.
Ia menjelaskan, dana yang mengalir ke desa berasal dari dua sumber, yakni dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD yang porsinya mencapai 10% dari DAU dan DBH.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved