Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA depan desa menghadapi sesuatu yang suram jika tidak melakukan sesuatu apapun. Oleh sebab itu, otonomi desa sangat penting untuk mengelola dan menjaga sumber daya alam yang ada..
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
Undang-Undang nomer 6 tahun 2014 tentang Desa, telah mengatur secara komprehensif mengenai desa. UU tersebut dipakai sebagai alat legal untuk melakukan perlawanan karena kegagalan autonomi desa.
"Kali ini kita juga menyaksikan betapa kasus-kasus kerusakan lingkungan, peristiwa bencana yang terjadi di Sumatera," kata dia saat menyampaikan Pidato Kebudayaan Sarasehan Rakyat, Memikirkan Masa Depan Desa di PSPK UGM, Senin (12/1) malam. Pengelolaan seberdaya itu, lanjut dia, menjadi narasi yang selalu diingatkan.
"Nah kita mengatakan ini untuk membuat kita semua (sadar) hak-hak desa sekarang tergerus oleh akibat-akibat agenda-agenda yang bersifat sentrasi," imbuh Dosen Sosiologi UGM tersebut.
Menurut Arie, ini kemudian diperbaiki. Ia mengingatkan, secara normatif, desa ini sebagai subjek, bukan sebagai penonton. "Dan kita tahu persis, desa jangan hanya dijadikan sebagai sebuah instrumen untuk perlaksanaan pemaksaan program pusat, seperti untuk penyediaan logistik untuk makan bergizi gratis," ungkap dia.
Pasalnya, menurut Arie, proyek dari atas yang tanpa menghitungkan dan mengpertimbangkan dimensi kapasitas masyarakat, seringkali mengalami justru kontraproduktif.
"Kita sempat punya ruang untuk itu (otonomi desa). Tapi, teknokratisasi yang berlebihan mengunci partisipasi," terang dia. Kunci terpenting ini sebetulnya adalah partisipasi masyarakat desa dalam menjalankan otonomi desa.
Otonomi desa pernah mengalami kemajuan yang bisa dilihat dari partisipasi rakyat masyarakat yang menghasilkan inovasi-inovasi lokal sesuai karakteristik masing-masing. Namun, penghargaan atas kemajuan makin tertikis oleh karena kendali kekuasaan yang top-down sehingga berakibat kematian kreativitas masyarakat desa.
Akibatnya, desa mengalami kehancuran yang terjadi secara sistematis. Pasalnya, dengan model pendekatan top down, kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan kue adalah orang desa. (H-2)
LONGSORNYA gunungan sampah di TPST Bantargebang yang mengewaskan 7 orang pada 8 Maret lalu menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak lagi sekedar isu lingkungan.
KOMISI Informasi Pusat mengabulkan sebagian permohonan sengketa informasi yang diajukan kelompok Bongkar Ijazah Jokowi terhadap UGM terkait ijazah Jokowi
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Pakar kebencanaan UGM Dwikorita Karnawati menjelaskan lubang raksasa di Aceh Tengah bukan sinkhole, melainkan mahkota longsoran akibat gerakan tanah dan erosi yang terus berkembang.
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
Pakar dari UGM mengomentari kebijakan penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang disebut dilakukan untuk memutakhirkan data penerima bantuan.
"Alat ini mampu mendeteksi tingkat retak, lubang, dan deformasi jalan melalui sensor dan algoritma AI,"
Pemerintah harus memperhatikan implikasi-implikasi dari adanya kebijakan ini tak hanya dari sisi positif dan negatifnya, termasuk juga efek-efek domino yang mungkin akan terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved