Senin 29 Juni 2020, 16:04 WIB

Jaksa Agung Berjanji Evaluasi Tuntutan dalam kasus Novel Baswedan

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Jaksa Agung Berjanji Evaluasi Tuntutan dalam kasus Novel Baswedan

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Sidang tuntutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir

 

JAKSA Agung ST Burhanuddin mendapatkan sejumlah pertanyaan mengenai rendahnya tuntutan tehadap dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

Mengenai isu yang menyedot perhatian masyarakat ini, ia mengaku akan melakukan evaluasi terhadap jaksa yang bertugas menanganinya. "Tuntutan atas kasus Novel juga menjadi evaluasi kami," katanya dihadapan Komisi III DPR saat menghadiri rapat dengar pendapat, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/7).

Menurut dia, pihaknya akan meminta penjelasan tim jaksa yang bertugas menuntut dua terdakwa dengan korban Novel Baswedsan. Namun ia tidak akan menghakimi jajarannya dengan tuntutan yang mereka buat hanya satu tahun penjara terhadap dua terdakwa kasus ini.

"Saya tidak menyalahkan jaksa. Biasanya jaksa menuntut berdasarkan fakta di persidangan," ujarnya.

Ia mengatakan landasan jaksa penuntut umum dalam perkara ini akan dimintai alasannya. Terlebih ketika hakim tidak menggunakannya dalam memberikan putusan.

"Kami juga akan seimbangkan dengan putusan pengadilannya. Kalau nanti jomplang dengan putusan hakim maka ada sesuatu di situ," pungkasnya.

Sebelumnya dalam rapat tersebut, sejumlah anggota komisi III menghujani pertanyaan terhadap Jaksa Agung ST Burhanuddin mengenai rendahnya tuntutan terhadap dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Pasalnya hal itu sangat berbeda jauh bila dibandingkan dengan tuntutan dalam kasus serupa yang seluruhnya hampir di atas 3 tahun hingga 8 tahun penjara.

Hal itu seperti yang dipaparkan Anggota Komisi III DPR asal Fraksi PPP dan NasDem, Arsul Sani dan Taufi Basari. Keduanya meminga Jakda Agung supaya kasus yang mencuri perhatian publik ini dapat melahirkan keadilan. (OL-4)

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Sebabkan Banjir, Anggota DPR RI Minta Illegal Logging Diberantas

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:29 WIB
Ia mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar untuk segera turun langsung memberantas illegal...
AFP

DPR Dorong Pemerintah Terjunkan Pasukan Perdamaian ke Palestina

👤Putra Ananda 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:11 WIB
Sukamta berharap pemerintah RI untuk sekuat tenaga bisa mendorong PBB menerjunkan pasukan perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik yang...
Antara

Dedi Mulyadi Bingung atas Kebijakan Larangan Ziarah Kubur

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 15:56 WIB
Antara tempat wisata dan pemakaman itu, sebenarnya yang lebih berisiko menimbulkan kerumunan dan berdesakan hingga berpotensi menjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya