Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI menilai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai acuan dalam penyusunan RAPBN 2021 harus disusun secara cermat dan hati-hati. Karenanya proyeksi ekonomi tahun 2021 itu sangat bergantung pada capaian Pemerintah di semester II tahun 2020 ini.
Demikian disampaikan anggota Fraksi PKS DPR Ecky Awal Muharram dalam pembacaan pendapat Fraksi tentang KEM PPKF yang sebelumnya sudah disampaikan Menkeu Sri Mulyani pada 12 Mei 2020.
“Fraksi PKS mengingatkan bahwa KEM-PPKF ini akan menjadi penyusunan dasar APBN tahun anggaran 2021, sehingga harus dicermati arah politik anggaran yang ada di dalamnya," jelas Ecky dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) A. Muhaimin Iskandar di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
"Politik anggaran di dalamnya itu sangat penting guna memastikan APBN disusun dengan cara kredibel dan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat dan kemakmuran rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi UUD 1945,” ujar Ecky.
Selain itu, pandemi Covid-19 juga memberikan tantangan baru terhadap risiko ekonomi, politik dan sosial budaya, bahkan pada pertahanan dan keamanan Tanah Air.
Karena itu, Pemerintah juga dituntut untuk melakukan percepatan penanganan dampak Covid-19 ini. Karena di tahun 2020 ini, sebagian besar masyarakat pun mengalami dampaknya seperti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan penambahan angka kemiskinan baru.
“Dibidang ekonomi telah mengakibatkan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di sisi supply dan demand dan meningkatkan PHK serta meningkatnya jumlah rakyat miskin. Fraksi PKS mengingatkan Pemerintah bahwa pemulihan ekonomi nasional dapat efektif dan signifikan hasilnya ketika penanganan kesehatan yg dilakukan saat ini dapat dilakukan dengan benar dan tepat," jelas anggota Komisi XI DPR RI itu.
Fraksi PKS juga mengingatkan agar pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tepat dan tidak membingungkan rakyat. Secara umum Fraksi PKS memandang bahwa dalam KEM-PPKF tahun 2021 masih membutuhkan penajaman kebijakan dalam upaya penanganan Covid-19 dan mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.
"Konsennya harus meningkatkan lapangan kerja untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagaimana diamanatkan UUD 1945," terang Ecky.
Legislator dapil Jawa Barat III itu menambahkan, Fraksi PKS juga mempertegas KEM-PPKF harus memuat pokok-pokok kebijakan tahun 2021 yang kredibel guna meningkatkan dampak yang lebih optimal bagi peningkatan kesejahteraan rakyat yang memenuhi implementasi sila ke lima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rapat Paipurna ini juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Suharso Monoarfa. (OL-09)
Penetapan lima Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031 harus menjadi momentum penguatan kualitas pengawasan sektor jasa keuangan.
KETUA DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk fokus pada urusan kesejahteraan rakyat dan sinergi program pemerintah dibandingkan Pilpres 2029.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.
Komisi XI DPR RI telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK, Rabu (11/3).
Anggota Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyatakan rapat pembahasan pembangunan gerai serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ditunda.
Pada tahun anggaran 2026, IPDN akan mendapatkan penambahan alokasi dana dari APBN melalui bantuan Presiden RI.
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerima atau awardee beasiswa LPDP harus menghormati Indonesia dan rakyat Indonesia. I
Kemenkeu ungkap 44 alumni LPDP belum kembali ke RI. Menkeu Purbaya tegaskan sanksi berat berupa pengembalian dana plus bunga hingga blacklist permanen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
(Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (pejabat Eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta pada Rabu (28/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved