Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Penerimaan Bea Cukai Februari 2026 Turun 14,7 Persen Jadi Rp44,9 Triliun

 Gana Buana
11/3/2026 20:47
Penerimaan Bea Cukai Februari 2026 Turun 14,7 Persen Jadi Rp44,9 Triliun
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026.(MI/Ihfa Firdausya)

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp44,9 triliun. Angka ini setara dengan 13,4% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Meski telah mengumpulkan puluhan triliun, capaian ini tercatat mengalami kontraksi sebesar 14,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp52,6 triliun.

Penyebab Kontraksi Penerimaan Bea Cukai

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menjelaskan bahwa penurunan ini dipicu oleh selisih realisasi sekitar Rp7 triliun dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama di berbagai sektor kepabeanan.

Realisasi cukai tercatat sebesar Rp34,4 triliun atau 14,1% dari target APBN 2026. Sektor ini terkontraksi 13,3% secara tahunan (yoy). Penurunan ini merupakan dampak lanjutan dari melandainya aktivitas produksi pada akhir tahun 2025.Anjloknya Bea Keluar CPO

Penurunan paling tajam terjadi pada pos bea keluar yang hanya terkumpul Rp2,8 triliun atau 6,5% dari target. Angka ini anjlok hingga 48,4% (yoy), yang disebabkan oleh penurunan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) di pasar internasional.

Berbeda dengan sektor lainnya, bea masuk justru menunjukkan tren positif dengan realisasi Rp7,8 triliun atau 15,6 persen dari target. Sektor ini berhasil tumbuh 1,7 persen secara tahunan yang didorong oleh peningkatan aktivitas impor nasional.

Meskipun bea cukai terkontraksi, penerimaan pajak bersih (netto) hingga Februari 2026 justru tumbuh pesat 30,4 persen (yoy) dengan total mencapai Rp245,1 triliun.

Proyeksi Dua Bulan Mendatang

Suahasil Nazara menyatakan optimisme bahwa penerimaan cukai akan menunjukkan perbaikan pada periode Maret dan April 2026. Hal ini didasari oleh adanya kenaikan produksi pada Januari dan Februari yang diharapkan segera terkonversi menjadi penerimaan negara.

"Kita akan lihat, mudah-mudahan dalam dua bulan ke depan ini akan menjadi lebih baik untuk penerimaan cukai," ujar Suahasil dilansir dari Antara, Rabu (11/3). (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya