Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WACANA kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 7% mendapat berbagai respons partai politik. Meski belum menentukan sikap, Partai Gerindra yakin melewati PT 7% itu dengan mudah.
Rasa percaya diri itu dikemukakan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin. Pasalnya, dari pemilu sebelumnya, Gerindra selalu di atas 7%.
"Gerindra optimistis bisa melampaui 7%. Tapi kita juga dalam demokrasi mempertimbangkan berbagai aspek, ada partai-partai yang kemarin tidak lolos 4%, tapi ada pemilihnya yang tentuk tidak bisa kita abaikan," ujarnya.
Wacana kenaikan ambang batas parlemen disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (9/3). NasDem dan Golkar sepakat mengusulkan kenaikan PT sebesar 7% dan mempertahankan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20%.
Namun, pandangan berbeda dilontarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut PKS, penerapan PT sebesar 7% akan mengurangi peran partai dalam melakukan keterwakilan kepada rakyat.
"Mengapa tidak terwakili karena akan terlalu banyak partai yang tidak mencapai ambang batas itu. Jangankan 7%, 6% saja masih sulit," tutur politikus PKS Hidayat Nur Wahid.
Hidayat melihat bila mengacu ke Pemilu 2019, hanya tiga partai yang memperoleh suara sebesar 7%. Sebaliknya, Wakil Ketua MPR itu menyarankan PT yang ideal sebesar 5%. "Kalau 5% itu nanti akan memungkinkan keterwakilan yang lebih luas," pungkasnya.
Mengenai president threshold, Hidayat menyarankan untuk diturunkan menjadi 15%.
Senada dengan Hidayat, Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi menilai PT yang tinggi akan berdampak banyak suara rakyat yang hilang dalam pemilu. Baidowi menilai PT 4% merupakan yang ideal.
"Itu hak mereka memutuskan sikap politik khususnya terkait dengan usulan angka PT 7%. Namun, PPP mengingatkan kenaikan angka PT akan menambah suara hangus terbuang sia-sia," kata Baidowi di Jakarta, kemarin.
Bila tetap dipaksakan, kata Baidowi, aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui partai politik tidak bisa diteruskan ke parlemen. (Uta/Ant/P-5)
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
Kewenangan penuh untuk mensimulasikan mekanisme aturan ada di tangan DPR bersama pemerintah selaku pembentuk undang-undang.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Yulisman menilai kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) satu tahun sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sektor pertambangan.
Pemerintah Kota Bandung berupaya menggeser status kawasan Kebun Binatang Bandung dari konservasi menjadi ruang terbuka hijau tanpa fondasi hukum.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
MK menegaskan bahwa wartawan tidak dapat langsung digugat secara perdata maupun pidana atas karya jurnalistiknya, sepanjang karya tersebut merupakan produk jurnalistik.
Ambang batas yang terlalu tinggi juga berisiko menurunkan derajat keterwakilan dan meningkatkan jumlah suara yang terbuang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
Di luar kendala administratif, tantangan terbesar bagi partai pendatang baru adalah segmentasi pemilih yang sudah terkunci pada partai-partai lama.
Perlunya sistem politik yang lebih adil agar suara rakyat tidak hilang.
Sebanyak delapan parpol, setelah beberapa kali pertemuan, bersepakat resmi mendeklarasikan komitmen dan semangat bersama bernama GKSR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved