Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta pemerintah daerah (pemda) tidak terlalu mendramatisasi persoalan terkait virus korona. Hal itu dikatakanya menyikapi informasi mengenai temuan tewasnya pasien di Cianjur yang dikabarkan suspect korona.
"Soal, informasi penanganan korona itu sendiri sekarang informasinya terpusat di Kementerian Kesehatan, diharapkan juga pemerintah jangan terlalu mendramatisasi persoalan," kata Mahfud ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa, (3/3).
"Terutama pemda-pemda itu, ada sesuatu yang belum jelas sudah dilakukan konferensi pers korona seperti di Cianjur. Tadi katanya korona, namun ternyata itu tidak ada terinfeksi korona," imbuhnya.
Baca juga: Ini Kronologi Warga Bekasi yang Tewas Terduga Virus Korona
Dia pun meminta agar pemda dapat memberikan informasi yang menenangkan masyarakat, bukan justru membuat panik masyarakat. "Nah oleh karena itu, setiap daerah itu diminta supaya membuat tenang masyarakat tidak membuat situasi seperti menakutkan, yang lebih banyak membunuh manusia itu justru flu biasa dari pada korona itu menurut kemenkes," ucapnya.
Baca juga: Warga Karawang Terjangkit Virus Korona, Pemkab: Hoaks
Ia kembali menekankan, saat ini informasi terkait korona sudah terpusat di Kementerian Kesehatan agar kemudian tudak terjadi tumpang tindih informasi.
"Saya hanya menyampaikan saat ini, itu sudah terpusat. Dan saya berharap agar seluruh instansi pemerintah supaya berhati-hati dalam memberi keterangan jangan terkesan mendramatisasi dan mencari panggung," tuturnya.
Baca juga: Pemerintah: Warga Bekasi Meninggal di Cianjur bukan karena Korona
Diketahui, seorang pasien di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia dan disebut-sebut menderita voris korona. Namun, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi pasien tersebut negatif virus Corona.
"Yang di Cianjur dari data pemantauan kami termasuk 155 (spesimen) yang negatif. Jadi meninggalnya bukan karena COVID-19," ujar Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto. (X-15)
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Kebijakan tersebut juga merespons fenomena sejumlah kepala daerah yang merencanakan perjalanan ibadah umrah mendekati Idulfitri.
Pemerintah daerah terus berupaya mengimplementasikan pembelajaran mendalam, koding, dan AI meski dihadapkan pada tantangan sumber daya manusia dan infrastruktur.
Beredar video di media sosial yang memperlihatkan Mualem mengenakan pakaian tradisional Melayu serba putih, lengkap dengan sarung dan peci hitam.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Ia juga menjelaskan skor penilaian HAM dibagi dalam empat kategori yakni 41-60 rendah, 61-70 cukup, 71-80 tinggi, dan 81-100 sangat tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved