Selasa 03 Maret 2020, 13:45 WIB

Warga Karawang Terjangkit Virus Korona, Pemkab: Hoaks

Cikwan Suwandi | Nusantara
Warga Karawang Terjangkit Virus Korona, Pemkab: Hoaks

Ilustrasi
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Kabupaten Karawang, Jawa Barat memastikan isu warga Cilamaya di media sosial Facebook terkena virus korona merupakan hoaks. Ia meminta warga untuk tetap tenang dan menyaring setiap informasi.

"Kami pastikan itu hoaks," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Yayuk Sri Rahayu  kepada Media Indonesia, Selasa (3/3/2020).

Sebelumnya, di media sosial facebook bertebaran informasi terdapat warga asal Cilamaya, Karawang suspect korona, usai melakukan perjalanan ke Singapura. Hal tersebut pun segera disanggah oleh akun media sosial Diskominfo Karawang.

 

Beredarnya informasi tentang " Warga Pasirjaya Inisial I RT 10 yang di duga terjangkit virus Corona ybs baru pulang...

Posted by Diskominfo Kab Karawang on Monday, March 2, 2020

Yayuk mengatakan setelah dicek, memang ada suami istri warga Cilamaya yang baru pulang dari Singapura. Ia mengalami demam selama 1 bulan lamanya, kemudian berobat ke salah satu klinik dilakukan cek suhunya 37 celcius dan tidak mengalami sesak nafas.

"Setelah dicek tidak termasuk indikasi virus korona," terangnya.

Ia mengajak masyarakat pandai menyikapi informasi yang belum jelas, dengan mengonfirmasikan lebih dulu kepada pihak terkait.

"Saya harap masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik," terangnya.

Untuj kewaspadaan, Yayuk meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada dengan senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan rajin mencuci tangan dan melakukan etika batuk..

Lanjut Yayuk, Dinas Kesehatan Karawang juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh rumah sakit, puskesmas dan klinik se-Kabupaten Karawang terkait prosedur penanganan (corona virus) sesuai petunjuk dari Kementerian Kesehatan.

"Lakukan penanganan sesuai prosedur dan melakukan pencegahan kepada masyarakat dan tenaga kesehatannya sendiri. Faskes juga perlu memperhatikan APD (alat pelindung diri)," terangnya.

Selain itu rencana, pemerintah akan menggelar rapat koordinasi kaitan pencegahan korona Kamis (4/3/2020), bersama seluruh rumah sakit, klinik kesehatan dan profesi kesehatan. (X-15)

Baca Juga

MI/Alexander P. Taum

Pemda Ngada Siapkan Bantuan Bagi Mahasiswa dan Petani Gagal Panen

👤Alexander P. Taum 🕔Rabu 08 April 2020, 16:00 WIB
Pemda Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mempersiapkan bantuan keuangan kepada mahasiswa, pedagang kecil, pengendara ojek dan petani...
MI/Palce Amalo

Laboratorium Covid-19 di NTT Beroperasi Akhir April 2020

👤Palce Amal 🕔Rabu 08 April 2020, 15:55 WIB
Pembangunan laboratorium (lab) untuk pemeriksaan swab pasien terjangkit virus korona (covid-19) di Nusa Tenggara Timur, rampung akhir April...
Facebook @institutteknologibandung

Tiadakan Wisuda, ITB Terbitkan Ijazah Digital

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 08 April 2020, 15:13 WIB
"Cara membedakan yang asli dengan yang palsu, masyarakat dapat memeriksanya di laman...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya