Selasa 03 Maret 2020, 14:05 WIB

Pemerintah: Warga Bekasi Meninggal di Cianjur bukan karena Korona

Andhika Prasetyo | Nusantara
Pemerintah: Warga Bekasi Meninggal di Cianjur bukan karena Korona

MI/Atalya Puspa
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Korona, Achmad Yurianto (tengah).

 

PEMERINTAH memastikan warga Bekasi, Jawa Barat, yang meninggal di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur bukan disebabkan oleh Covid-19

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Korona Achmad Yurianto mengatakan pria berusia 50 tahun itu memang sempat masuk ke daftar pengawasan pemerintah karena mengalami gejala menyerupai korona.

Baca juga:Ini Penting! Petunjuk agar Terhindar dari Infeksi Virus Korona

Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, sang pasien dipastikan negatif penyakit menular mematikan tersebut.

"Yang meninggal di Cianjur itu, dari hasil pemantauan kita termasuk ke 155 orang yang negatif. Jadi meninggalnya bukan karena COVID-19," ujar Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3).

Sekretaris Dirjen P2P Kementerian Kesehatan itu pun akan mengirim tim untuk mengonfirmasi ke rumah sakit terkait untuk mengetahui penyebab kematian dari warga Bekasi tersebut.

Sebelumnya diberitakan bahwa terduga virus korona yang sempat dirawat dan diobservasi di RS Dr Hafiz Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia, Selasa (3/3) sekitar pukul 04.20 WIB. Kondisi kesehatannya terus menurun sebelum sempat dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.

Informasi yang dihimpun, pasien laki-laki berinisial D, 50, itu tercatat sebagai warga Bekasi. Kabarnya ia baru pulang dari Malaysia. Namun, sepulangnya dari 'Negeri Jiran', pasien tersebut mengalami batuk dan demam.

Baca juga:Guru Besar IPB Puji Ketangkasan Pemerintah Hadapi Korona

Ia sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi. Pada 26 Februari pasien pulang ke rumahnya meskipun belum dinyatakan sembuh. Pada 29 Februari, pasien berkunjung ke saudaranya di Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur sekalian untuk berobat alternatif.

Pada Minggu (1/3), pasien yang bersangkutan mengalami sesak napas berat. Ia pun dibawa ke RSDH Cianjur. Pada Senin (2/3), hasil pemeriksaan, pasien menunjukkan gejala-gejala seperti terpapar korona. Pada Selasa (3/3) pagi, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Tadinya pasien yang bersangkutan akan dirujuk ke RSHS Bandung. Tapi dari pemantauan, kondisinya terus menurun. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya tak jadi dirujuk," terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, kepada wartawan di RSDH Cianjur, Selasa (3/3). (Pra/BB/A-3)

Baca Juga

Antara/Mohammad Ayudha

Penutupan Pasar Pasar Harjodaksino Diperpanjang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 05:00 WIB
Pemkot Surakarta berencana mengadakan tes usap massal yang diikuti oleh para...
Medcom.id

Brigade Banjir Jaga Persawahan dari Terjangan Bah

👤Iam/Fer/X-3 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:41 WIB
Badai La Nina dengan curah hujan tinggi bisa berdampak terhadap sektor pertanian, perikanan, perhubungan, dan lingkungan hidup. Sebagai...
Ist -- MI/RAMDANI

Kulon Progo Bakal Bangun Jalan Lingkar Beranggaran Rp4 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:30 WIB
Panjang ruas jalan Simpang Kasatrian-Jalan Nasional Yogyakarta-Wates 950 meter, namun kondisi rusaknya 650...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya