Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan masih diperiksa secara intensif di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wahyu ditangkap KPK, Rabu (8/1) siang di kawasan Jakarta.
"Sampai saat ini, masih ada pemeriksaan di atas. Masih diperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam untuk mengklarifikasi kegiatan tangkap tangan tersebut, termasuk juga penerimaan uang," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).
Alexander melanjutkan Wahyu tidak ditangkap sendirian. Wahyu ditangkap bersama tiga orang lainnya. Namun, dia belum bisa menyebut identitas ketiga orang tersebut.
"Saya baru dapat informasi empat orang tadi yang diamanakan. Baru disebut yaitu Wahyu Setiawan. Apakah ada politikus, siapa namanya, saya belum dapat informasi," ucap Alexander.
Baca juga: KPK Tetap Garang di Tengah Keraguan
Dia juga belum mengetahui kasus suap apa yang menjerat Wahyu. Alexander berjanji akan membeberkan secara rinci perkara tersebut besok.
"Detailnya besok. Saya sendiri belum dapat informasi secara detil hari ini karena masih didalami," tutur Alexander.
Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Jakarta.
Arief Budiman dan tiga komisioner KPU yakni Ilham Saputra, Hasyim Asy'ari, dan Pramono Ubaid menyambangi Gedung Lembaga Antirasuah. Kedatangan mereka terkait kabar penangkapan itu. (OL-2)
SIDANG kasus pemblokiran Jalan Pantura dengan terdakwa dua pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, memasuki babak akhir.
KPK ingatkan artis yang masuk politik untuk belajar tata kelola pemerintahan. Hal ini merespons Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang berdalih tidak tahu hukum karena latarbelakang pedangdut
KPK mengungkap perusahaan milik keluarga Fadia Arafiq mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama 2025.
KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal kasus korupsi pengadaan barang dan jasa. Fadia ditahan hingga 23 Maret 2026.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel usaha salon, restoran, hingga sejumlah mobil di rumah dinas yang diduga milik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KPK ungkap detail OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan suap pengadaan 'outsourcing' di Pemkab Pekalongan.
KPK ungkap perusahaan keluarga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kuasai proyek makan pasien di 3 RSUD.
KPK mengungkap kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai bukti modus rasuah di Indonesia semakin kompleks.
KPK tengah mencari bukti-bukti lain untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek tender yang melibatkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KPK mengungkap perusahaan milik keluarga Fadia Arafiq mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama 2025.
Fadia Arafiq diduga menggunakan perusahaan milik keluarganya untuk memenangkan proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
KPK mengungkap bahwa suami dan anak dari Fadia Arafiq turut menerima uang hasil dugaan tindak pidana korupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved