Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

OTT Pekalongan, 9 Kantor, 6 Mobil, dan Bisnis Pribadi Fadia Arafiq Disegel KPK

Akhmad Safuan
04/3/2026 06:36
OTT Pekalongan, 9 Kantor, 6 Mobil, dan Bisnis Pribadi Fadia Arafiq Disegel KPK
Deretan mobil pribadi Bupati Pekalongan di rumah dinas disegel KPK.(MI/Akhmad Safuan)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel usaha salon, restoran, hingga sejumlah mobil di rumah dinas yang diduga milik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Sebelumnya, usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Fadia pada Selasa (3/3) kemarin, KPK juga telah menyegel sembilan ruangan kantor di Pemkab Pekalongan.

Pemantauan Media Indonesia, hingga Rabu (4/3) dini hari, operasi tangkap tangan (OTT) oleh lembaga antirasuah di Kabupaten Pekalongan cukup mengejutkan semua pihak dan menjadi pembicaraan serius tidak hanya di daerah ini, tetapi juga sejumlah daerah di Jawa Tengah. OTT tersebut dipandang sebagai fenomena yang cukup tragis terhadap nasib keluarga pedangdut kondang almarhum A Rafiq.

Di Pekalongan, operasi senyap KPK juga menjadi perhatian karena sembilan kantor di lingkungan Pemkab Pekalongan disegel yakni Kantor Bupati Pekalongan, kantor sekda, kantor bagian umum, kantor bagian ekonomi, prokompim, Satpol PP, Dingkop dan UKM, DPU Taru, Dinperkim Lingkungan Hidup.

Lembaga antirasuah juga memasang stiker segel di pintu bangunan bisnis salon pribadi milik Fadia Arafiq yakni sebuah bernama Bigboss Salon di Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Pekalongan, dan sebuah restauran dengan nama yang sama terlihat tutup meskipun tidak ditemukan stiker segel KPK.

Selain itu penyegelan juga terlihat di terhadap enam mobil merupakan milik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq diparkirkan di rumah dinas yakni dua diantaranya adalah mobil listrik yang diduga terkait dengan kasus yang kini ditangani oleh KPK. 

Sementara itu setelah dilakukan pemeriksaan sejak pagi di Polres Pekalongan Kota, KPK juga menangkap 11 pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan dan swasta. Mereka dibawa dengan sebuah bus ke gedung merah putih di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di antaranya:
1. Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar.
2. Camat Karanganyar Budi Rahmulyo.
3. Plt Direktur RSUD Kesesi dr Ryan.
4. Kepala Bidang Kebersihan dan Pertanaman Diperkim LH Tahun 2023 Nuryadi.
5. Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Pekalongan Herman.

Mitos dan Fakta

Operasi tangkap tangan KPK di Kabupaten Pekalongan menimbulkan banyak pertanyaan, terutama terkait dengan mitos yang berkembang dan kepercayaan warga di daerah Pantura Jawa Tengah itu. Mitos itu menyebut bahwa tidak ada bupati yang mampu menyelesaikan dua periode berturut-turut secara penuh di Kota Batik itu.

Dengan adanya penangkapan Fadia Arafiq oleh KPK pada Selasa (3/3) dini hari itu, semakin memperkuat mitos tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa pihak yang terjaring OTT KPK pada umumnya menjadi tersangka dan secara aturan pejabat harus mundur atau dicopot.

Sementara itu, Fadia Arafiq saat kampanye memiliki slogan Ora Njanjeni (tidak menjanjikan), Ora Ngapusi (tidak menipu), dan Ora Korupsi (tidak korupsi). Setelah terpilih kembali untuk menjabat dalam periode kedua, ia dianggap sosok yang  dapat mematahkan mitos tersebut. Namun pada kenyataannya, tepat 1 tahun setelah dilantik kedua kalinya ia justru terjaring dalam operasi senyap KPK.

Berikut daftar Bupati Pekalongan sejak 2001 diduga merupakan korban mitos:
1. Amat Antono (2001–2006)
2. Siti Qomariyah (2006–2011)
2. Amat Antono (2011–2016) tidak langsung menyambung 2 periode.
3. Asip Kholbihi (2016–2021) 
4. Fadia Arafiq  (2021–2024) periode 1
5. Fadia Arafiq (2025-2030) periode 2 baru satu tahun terjaring KPK. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya